9 Golongan Orang Yang Merugi Di Hari Kiamat

157,182

BERANIDAKWAH.COM | 9 Golongan Orang Yang Merugi Di Hari Kiamat. “Orang yang muflis (bangkrut) dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) melaksanakan shalat, menjalankan puasa dan menunaikan zakat, namun ia juga datang (membawa dosa) dengan mencela si ini, menuduh si ini, memakan harta ini dan menumpahkan darah si ini serta memukul si ini. Maka, pahalanya akan diberikan kepada orang-orang yang ia dzalimi. Dan jika kebaikannya habis sebelum ia semuanya lunas, diambilkan keburukan dosa-dosa mereka, lalu diberikan padanya dan ia pun dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim, Tirmidzi dan Ahmad)

Kedzaliman dalam hal harta akan dituntut di hari kiamat, padahal saat itu tidak ada yang berharga bagi manusia selain pahala kebaikannya. Dan itulah yang akan digunakan untuk membayar kedzalimannya. Berikut ini ada 9 golongan orang yang merugi di hari kiamat kelak:

1. Pencuri, perampok dan semua bentuk pengambilan paksa harta orang lain

“Hai orang-orang yang beriman, janglah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdangan yang berlaku atas dasar suka sama suka diantara kamu…” (QS. 4: 29)

2. Orang yang merebut paksa tanah orang lain

“Barang siapa yang berbuat dzalim (dengan mengambil) sejengkal tanah maka dia akan dikalungkan (dengan tanah) dari tujuh lapis bumi.” (HR. Bukhari)

3. Orang yang tidak membayar hutang, atau mengulur pembayaran padahal mampu

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Mengulur-ulur pembayaran hutang oleh orang yang mampu adalah sebuah kedzaliman.” (HR. Bukhari)

4. Orang yang bersumpah palsu untuk merebut hak/ menjual barang

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa mengambil hak seorang muslim dengan sumpahya, Allah pasti akan memasukkannya ke neraka dan mengharamkan surga atasnya.” Seorang lelaki bertanya, “Wahai Rasulullah, meskipun itu sesuatu yang sepele?” Beliau menjawab, “Meskipun itu hanya kayu siwak.” (HR. Muslim)

5. Pencuri harta umat

Umar bin Khattab menyampaikan kepadaku, ia berkata: “Pada hari saat Khaibar, ada beberapa sahabat Nabi shallallahu’alaihi wa sallam menghadap dan berkata, “Si Fulan syahid, si fulan syahid,” sehingga mereka melewati seseorang dan mereka berkata: “Si fulan syahid.” Lalu Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

“Sekali-kali tidak! Sungguh saya melihatnya berada di neraka karena satu kain burdah atau ‘aba-ah yang dicurinya dari ghanimah.” (HR. Muslim)

6. Orang yang memanipulasi timbangan

Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka meminta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidakkah orang-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan. (QS. Al Muthaffifin: 1-4)

7. Orang yang tidak memberikan gaji yang jadi hak karyawannya.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Ada tiga golongan manusia yang akan jadi musuh-Ku pada hari Kiamat nanti: (1) seorang berjanji dengan menyebut nama-Ku lalu dia melanggar janji, (2) seorang yang menjual orang yang merdeka lalu dia menikmati hasil penjualannya tersebut. (3) seorang yang mempekerjakan orang lain setelah orang tersebut bekerja dengan baik tapi upahnya tidak dibayarkan.” (HR. Bukhari no 2150)

8. Pegawai yang menerima gratifikasi

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Amma ba’du. Sesungguhnya saya mempekerjakan salah seorang diantara kalian untuk mengumpulkan zakat yang telah Allah kuasakan kepadaku, lantas ia datang dan mengatakan: ‘ini hartamu dan ini hadiah yang diberikan kepadaku’, kenapa dia tidak duduk-duduk saja di rumah ayahnya atau ibunya sampai hadiahnya datang kepadanya? Demi Allah, tidaklah salah seorang diantara kalian mengambil sesuatu yang bukan haknya, melainkan ia akan menjumpai Allah pada hari Kiamat dengan memikul unta yang mendengus, atau sapi yang melenguh, atau kambing yang mengembik.” (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Daud)

9. Mengkhianati rakyat

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa diberi beban oleh Allah untuk memimpin rakyatnya lalu mati dalam keadaan menipu rakyat, niscaya Allah mengharamkan jannah atasnya.” (HR. Muslim)

Semoga dengan mengerti dan memahami larangan-larangan Allah di atas makin menambah keimanan kita kepada Allah. Dengan begitu akan semakin teguh iman kita, semakin menambah amal kebajikan demi meraih jannah-Nya.

2 Comments
  1. Mas Farid says

    makasi akh buat nambah ilmu nih …

    1. Arga says

      iya sama-sama 🙂 semoga bermanfaat

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan