6 Adab Yang Benar Terhadap Jenazah

4,057

BERANIDAKWAH.COM | Adab Yang Benar Terhadap Jenazah. Banyak umat muslim yang belum mengerti bagaimana seharusnya dilakukan jika ada muslim yang meninggal dunia. Bahkan seringkali harus menyewa orang yang paham (orang jawa menyebutnya ‘mudin’) untuk mengurus hal-hal tersebut. Apakah Rasulullah mencontohkan perbuatan tersebut? Tentu tidak!

Berikut ini ada 6 adab yang benar terhadap jenazah yang harus dilakukan oleh umat muslim yang masih hidup. Berikut ini penjelasannya:

BERSEGERA MERAWAT DAN MENGUBURKAN JENAZAH

Segeralah merawat dan menguburkan jenazah untuk meringankan beban keluarganya dan sebagai rasa belas kasih terhadap mereka. Abu Hurairah menyebutkan, Rasulullah telah bersabda, “Segeralah (di dalam mengurus) jenazah, sebab jika amal-amalnya shalih, maka kebaikanlah yang kamu berikan kepadanya; dan jika sebaliknya, maka keburukanlah yang kamu lepaskan dari pundak kamu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

MEMUJI SI JENAZAH

Memuji si mayit (jenazah) dengan mengingat dan menyebut kebaikan-kebaikannya dan tidak menjelek-jelekkannya. Rasulullah bersabda, “Janganlah kamu mencaci-maki orang-orang yang telah mati, karena mereka telah sampai kepada apa yang telah mereka perbuat.” (HR. Bukhari)

TIDAK MERATAPI SECARA BERLEBIHAN

Tidak menangis dengan suara keras, tidak meratapinya dan tidak merobek-robek baju. Karena Rasulullah telah bersabda, “Bukan golongan kami orang yang memukul-mukul pipinya dan merobek-robek bajunya dan menyerukkan kepada seruan jahiliyah.” (HR. Bukhari)

MEMOHONKAN AMPUN UNTUK JENAZAH

Memohonkan ampun untuk jenazah setelah dikuburkan. Ibnu Umar pernah berkata, “Adalah Rasulullah apabila selesai mengubur jenazah, maka berdiri di atasnya dan besabda, ‘Mohonkan ampunan untuk saudaramu ini, dan mintakan kepada Allah agar ia diberi keteguhan, karena dia sekarang akan ditanya’.” (HR. Abu Daud)

DISUNNAHKAN MENGANTAR JENAZAH

Disunnahkan mengantar jenazah hingga ke liang lahat. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang menghadiri jenazah hingga menshalatkannya, maka baginya (pahala) sebesar qirath, dan barangsiapa yang menghadirinya hingga dikuburkan maka baginya dua qirath.” Nabi ditanya, “Apa yang disebut dua qirath itu?” Nabi menjawab, “Seperti dua gunung yang sangat besar.” (Muttafaq’alaih)

DISUNNAHKAN MENGHIBUR KELUARGA JENAZAH

Disunnahkan untuk menghibur keluarga korban dan menyarankan untuk tetap sabar, dan mengatakan kepada mereka, “Sesungguhnya milik Allahlah apa yang telah Dia ambil dan milik-Nya jualah apa yang Dia berikan; dan segala sesuatu disisi-Nya sudah ditetapkan ajalnya. Maka hendaklah kamu bersabar dan mengharap pahala dari-Nya. (Muttafaq’alaih)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan