Adakah Kewajiban Zakat Pada Harta Anak Kecil dan Orang Gila?

308,573

BERANIDAKWAH.COM | Adakah Kewajiban Zakat Pada Harta Anak Kecil dan Orang Gila? Dalam masalah ini ada dua pendapat yang masyhur di kalangan ulama:

Pertama: Tidak wajib sama sekali, baik secara mutlak maupun pada beberapa jenis harta. Pendapat ini dipegang oleh kalangan madzhab Hanafi dan diriwayatkan dari sebagaian salaf. Mereka mengatakan: “Karena zakat adalah ibadah mahdhah sebagaimana shalat, maka ia memerlukan adanya niat, sedangkan anak kecil dan orang gila tidak bisa memenuhi niat.”

Hal lain karena anak kecil dan orang gila tidak lagi memikul beban taklif, sehingga zakat tidak wajib atas mereka. Juga karena zakat adalah kesucian bagi orang yang mengeluarkannya, dan pensucian tidak terjadi kecuali terhadap kotoran-kotoran dosa, sementara anak kecil dan orang gila tidak punya dosa.

Kemudian, tidak memungut harta mereka sama artinya dengan menjaga harta tersebut, karena mereka tidak bisa mengembangkannya.

Kedua: Wajib zakat harta pada anak kecil dan orang gila secara mutlak. Inilah pendapat jumhur ulama, juga pendapat Umar, Ali, Abdullah bin Umar, Aisyah dan Jabir bin Abdillah. Tidak diketahui ada sahabat yang menyelisihi. Pendapat ini selain sebuah riwayat lemah dari Ibnu Abbas yang tidak bisa digunakan sebagai hujjah.

Pendapat ini diperkuat dengan:

1. Keumuman nash-nash yang menunjukkan wajibnya zakat pada harta orang-orang kaya secara mutlak, tidak dikecualikan apakah orang kaya itu anak kecil atau orang gila.

Riwayat dari Umar bin Khattab, ia berkata: “Perniagakanlah harta anak-anak yatim, supaya jangan termakan oleh zakat.” (HR. Tirmidzi)

Hadits di atas tidak bisa dijadikan hujjah karena termasuk hadits dha’if (lemah)

2. Tujuan zakat adalah menutup kebutuhan orang-orang miskin dari harta orang-orang kaya, sebagai bentuk syukur kepada Allah Ta’ala dan pembersihan harta. Sedangkan harta anak kecil dan orang gila bisa digunakan untuk menunaikan nafkah dan menutup tanggungan-tanggungan, sehingga zakat pun bisa.

3. Zakat adalah kewajiban Adamiy (semua manusia), maka tak ada perbedaan antara mukallaf dan tidak mukallaf dalam menunaikannya.

Pendapat kedua inilah yang lebih kuat, wali harus mengambil harta anak kecil dan orang gila. Karena itu adalah zakat.

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan