Apakah Ada Zakat Untuk Harta Perhiasan?

229,098

BERANIDAKWAH.COM | Apakah Ada Zakat Untuk Harta Perhiasan?. Para ulama, baik salaf maupun khalaf, berbeda pendapat tentang zakat perhiasan dari emas dan perak. Ada beberapa pendapat, tetapi yang populer ada dua:

Pertama: Tidak ada zakat pada perhiasan emas dan perak yang biasa dipakai wanita

Ini adalah pendapat mayoritas ulama, pendapat Ibnu Umar, Jabir, Aisyah, Asma’ binti Abu Bakar dari kalangan shabat. Argumentasi mereka adalah

1. Hadits

“Tidak ada zakat pada perhiasan.” (HR. Ibnul Jauzi, Al Baihaqi) Hadist ini keliru jika dianggap marfu’, yang benar adalah maukuf kepada Jabir.

2. Dari Nafi “bahwasannya Ibnu Umar memakaikan perhiasan emas kepada puteri-puteri dan budak-budak perempuannya, kemudian tidak mengeluarkan zakat.” (HR. Al Baihaqi dan Malik)

3. Ucapan Ibnu Umar, “Tidak ada zakat pada perhiasan.” (HR. Abdur Razzaq)

Ucapan Jabir bin Abdillah ketika ditanya tentang perhiasan, apakah ada zakatnya? Ia menjawab, “Tidak”. Penanya berkata, “Walaupun mencapai seribu dinar?” Jabir menjawab, “Banyak”.

4. Diriwayatkan dari Aisyah bahwa ia mengurus puteri-puteri saudaranya yang yatim dalam pengasuhannya, mereka memiliki perhiasan tetapi ia tidak mengeluarkan zakat dari perhiasan mereka itu. (HR. Malik)

5. Mereka (pengikut pendapat ini) mengatakan: Zakat hanya berlaku pada harta yang berkembang dan mahal, sedangkan perhiasan yang mubah tidaklah berimbang, sehingga ia seperti pakaian. Lain halnya jika perhiasan itu ditabung atau menjadi harta simpanan atau disiapkan untuk diperniagakan, barulah itu terkena zakat.

Catatan: Para pengikut pendapat ini mensyaratkan perhiasan itu harus yang halal, jika haram semisal emas tapi yang mengenakan kaum pria maka menurut mereka terkena zakat.

Kedua: Perhiasan emas dan perak wajib dizakati secara mutlak apabila telah mencapai nishab dan haul, baik perhiasan itu dipakai, disimpan atau disiapkan untuk bisnis. (Pendapat madzhab Hanafi). Argumentasi/ dalil pendapat ini sebagai berikut:

1. Keumuman-keumuman yang terdapat dalam Al Qur’an, seperti firman Allah Ta’ala:

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.” (QS. At Taubah: 34)

2. Hadits-hadits umum dari Nabi yang memerintahkan untuk mengeluarkan zakat emas dan perak, seperti sabda beliau:

“Tidaklah seorang pemilik emas yang tidak menunaikan kewajibannya kecuali pada hari Kiamat akan dibuatkan baginya lembaran-lembaran dari neraka yang digunakan untuk menyetrika mereka…” (HR. Muslim)

3. Hadits-hadits yang secara khusus menyebutkan perintah mengeluarkan zakat dari perhiasan dan ancaman bagi siapa yang tidak mengeluarkan zakat. Diantaranya:

a. Hadits Amru bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, bahwasanya seorang wanita mendatangi Rasulullah bersama seorang anak perempuannya, ditangan anak perempuan itu terpasang dua gelang tebal dari emas. Maka Nabi bertanya kepadanya, “Apakah kamu sudah memberikan zakat dari perhiasan ini?” Wanita itu menjawab, “Belum”. Rasulullah bersabda, “Apa kamu senang jika karena kedua gelang itu Allah memakaikan dua gelang api kepadamu pada hari Kiamat?”

Perawi berkata, “Maka wanita itu pun melepas kedua gelang itu dan memberikannya kepada Nabi sambil berkata, “Keduanya adalah milik Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Abu Daud, An Nasa’i, Tirmidzi)

b. Hadits Abdullah bin Syaddad, ia berkata, “Kami menemui Aisyah, istri Nabi, ia berkata, “Rasulullah pernah menemuiku lalu melihat di tanganku ada beberapa cincin dari perak. Maka beliau bersabda: “Apa ini wahai Aisyah?” Kukatakan: “Aku melakukannya karena berhias untukmu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Apakah kamu sudah menunaikan zakatnya?” “Belum” kataku. Rasulullah pun bersabda, “Cukuplah neraka itu bagimu.” (HR. Abu Daud)

c. Hadits Asma bin Yazid ia berkata: Aku bersama bibiku masuk menemui Nabi sementara bibiku mengenakan gelang-gelang dari emas. Maka Rasulullah bersabda kepada kami, “Apakah kalian telah memberikan zakatnya?” Kami mengatakan, “Belum.” Rasulullah bersabda: “Apakah kalian tidak takut Allah akan mengenakan kepada kalian gelang-gelang dari api neraka? Tunaikanlah zakatnya.” (HR. Ath Thabrani, Abdur Razzaq)

Kesimpulan:

Setelah memaparkan dalil-dalil dari kedua perbedaan pendapat di atas, yang menurut Syaikh Abu Malik Kamal yang paling rajih adalah kewajiban mengeluarkan zakat pada perhiasan emas dan perak secara mutlak asalkan telah mencapai nishab dan haul adalah lebih kuat dalilnya, lebih berhati-hati dari segi pengamalannya, dan dengan mengambil pendapat itu kita telah keluar dari perbedaan pendapat di atas. Wallahu’alam

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan