Apakah Istimna’ (Onani/ Masturbasi) Membatalkan Puasa?

257,875

BERANIDAKWAH.COM | Apakah Onani/ Masturbasi Membatalkan Puasa?. Apakah melakukan onani atau masturbasi sampai ejakulasi membatalkan puasa Ramadhan? Jika batal, apakah ada kafaratnya seperti halnya laki-laki menggauli istrinya?

Jawab

Diantara himah dari disyariatkannya puasa atau shiyam adalah pelatihan untuk menahan hawa nafsu, salah satunya hawa nafsu seksual. Pada waktu siang hari seseorang yang berpuasa harus menahan keinginannya untuk menyalurkan hasrat seksual, bahkan jika itu halal pada asalnya.

Onani atau masturbasi yang dalam khazanah Islam disebut oleh para ulama dengan istimna’ adalah perbuatan haram, kapan pun itu dilakukan. Dan lebih haram lagi jika di lakukan pada siang hari di bulan Ramadhan. Dasar keharaman adalah keumuman dalil yang menyatakan bahwa menyalurkan hasrat seksual hanya boleh dilakukan oleh seorang laki-laki dengan istrinya, seseorang perempuan hanya boleh dengan suaminya. Di luar itu semua,  adalah tindakan yang melampui batas.

“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa yang mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al Mukminun: 5-7)

Selain berdosa karena melakukan yang haram, beristimna’ di siang hari bulan Ramadhan sampai ejakulasi membatalkan puasa, menurut jumhur ulama. Alasan mereka, jika seseorang bersetubuh dengan istrinya dan tidak sampai ejakulasi saja batal puasanya, maka istimna’ sampai ejakulasi lebih membatalkan puasa.

Jika istimna’ dilakukan tidak sampai ejakulasi, puasanya tidak batal. Akan tetapi nilai pahala puasa akan berkurang atau bahkan bisa jadi tidak bernilai sama sekali. Ibnu Qudamah berkata, “Jika seseorang melakukan onani dengan tangannya, maka ia telah melakukan perbuatan haram. Puasanya tidak batal kecuali jika sampai ejakulasi. Jika mengalami ejakulasi, puasanya batal.”

Ar-Rafi’i berkata, “Jika air mani dikeluarkan dengan onani maka itu membatalkan puasa. Sebab, bersetubuh tanpa ejakulasi membatalkan puasa, maka ejakulasi dengan syahwat lebih membatalkan puasa.”

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin berkata, “Seseorang yang berusaha mengeluarkan air maninya dengan cara apapun, baik dengan tangannya atau digosok-gosokan dengan sesuatu sehingga mengalami ejakulasi, maka puasanya rusak. Inilah pendapat imam madzhab yang empat: Imam Malik, Syafi’i, Abu Hanifah, dan Ahmad.

Setelah menyatakan batalnya puasa disebabkan istimna’, para ulama sepakat mengenai kewajiban mengqadha’nya, namun berbeda pendapat mengenai kewajiban kaffarat atas orang yang melakukannya. Menurut ulama para madzhab Maliki dan sebagian ulama madzhab Hambali, selain wajib mengqadha’, orang yang melakukannya juga wajib menjalani kaffarat puasa dua bulan berturut-turut. Wallahu’alam bis shawab.

Demikian jawaban dari pertanyaan tentang ‘apakah masturbasi membatalkan puasa?’ Semoga dapat bermanfaat untuk saudara sekalian, jangan lupa share yah.

4 Comments
  1. Anton says

    Terima kasih sngt bermanfaat artikelnya…😃

    1. Arga says

      jazzakumullah khoir,
      senang mendengar artikelnya bisa bermanfaat 🙂

  2. Meisari says

    Ya jelas batal ya, sma aja kan ndak bisa nahan nafsu…kan puasa itu nahan nafsu, makan sma minum…

    1. Arga says

      benar sekali (y)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan