Apakah Seorang Muslim Boleh Memelihara Anjing?

707,654

BERANADAKWAH.COM | Apakah Seorang Muslim Boleh Memelihara Anjing?. Saya memiliki seekor anjing, ia bukan merupakan anjing jenis pemburu yang sudah dikenal. Apakah hasil buruan (ketika berburu) termasuk halal atau haramkah? Dan apakah seorang muslim boleh memelihara anjing?

Jawab

Seorang muslim tidak boleh memelihara anjing, kecuali anjing pemburu, penjaga tanaman atau ternak sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits;

“Sekiranya anjing itu sebuah umat, niscaya aku akan perintahkan untuk membunuhnya. Oleh karena itu bunuhlah jenis anjing yang berwarna hitam pekat. Dan tidaklah suatu kaum memelihara anjing selain anjing penjaga ternak, atau anjing berburu, atau anjing penjaga kebun, melainkan pahalanya akan berkurang dua qirath setiap harinya.” (HR. Tirmidzi : 1486, An-Nasa’i : 4280, Ibnu Majah : 3196)

Anjing yang dipelihara kemudian dilatih untuk berburu sehingga ia pandai berburu, maka tidak ada larangan untuk memeliharanya, sebagaimana firman Allah :

“Mereka menanyakan kepadamu:”Apakah yang dihalalkan bagi mereka?”. Katakanlah:”Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatihnya untuk berburu; kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepaskannya). Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya.” (QS. Al Maidah : 4)

Apabila memelihara anjing karena hobi semata, maka hal itu tidak diperbolehkan, haram hukumnya dan pelakunya akan merugi karena pahalanya akan berkurang dua qirath setiap hari (qirath : sebesar gunug uhud).

Dalam kesempatan ini, bertujuan untuk menyampaikan dan mengingatkan terhadap mayoritas orang-orang yang hidup berlebihan, seperti memelihara anjing di rumah mereka, bahkan mereka membelinya dengan harta yang lebih dari biasanya. Suatu kaum yang suka memelihara anjing adalah kaum kafir, jika meniru perbuatan kaum kafir maka sama halnya dengan kaum tersebut sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu’alahi wa sallam :

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk dari golongan mereka.” (HR. Abu Daud dan Ahmad)

Sebagai pengingat terakhir sebaiknya bijak dalam membelanjakan harta di jalan yang benar (fisabilillah). Karena harta juga merupakan salah satu ujian berat yang dibebankan kepada hamba Allah selai tahta dan wanita.

(Fatwa Syaikh Ibn Utsaimin, Fatwa-Fatwa Terkini, Jilid 3, hal 661-662, Darul Haq)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan