As’ilah: Celana Imam Isbal, Sahkah Shalat Makmum?

3,120

BERANIDAKWAH.COM | Hukum Shalat Imam Yang Isbal. Seandainya kita shalat berjamaah di masjid, tapi pakaian imam isbal, apakah shalat makmum sah atau harus disempurnakan?

Isbal adalah menjulurkan celana sampai di bawah mata kaki, lawan dari ‘cingkrang’.  Dalam hal ini, Syaikh Abdul Aziz bin Baaz pernah ditanya, maka beliau menjawab, “Ya, tetap dikategorikan sah shalat dibelakang imam yang berbuat bid’ah, isbal dan hal-hal lain dari perbuatan maksiat. Pendapat ini adalah yang lebih benar dari dua pendapat para ulama. Selama kebid’ahannya adalah yang tidak mengeluarkannya dari Islam. Akan tetapi kalau kebid’ahannya mengeluarkannya dari Islam, seperti Jahmiyah (salah satu aliran sesat), maka shalatnya tidak sah.”

Hukum shalat imam yang isbal itu sendiri tetap dikategorikan sah menurut pendapat yang lebih benar, akan tetapi dia berdosa disebabkan pakaiannya yang melebihi mata kaki. Sebagaimana pendapat Syaikh Utsaimin bahwa sah hukumnya shalat seseorang dalam keadaan isbal, karena sebenarnya yang diharamkan baginya adalah mengenakannya, baik ketika shalat ataupun di luar shalat.

Dalam keterangan selanjutnya, beliau menyebutkan bahwa hal tersebut tidak jauh beda dengan orang yang berpakaian dari hasil curian atau orang yang shalat dengan mengenakan pakaian yang ada gambarnya. Maka orang yang shalat dengan pakaian tersebut tetap sah, hanya saja ia berdosa dengan memakainya. Alasannya adalah karena larangan di sini tidak khusus di dalam shalat, tetapi ia bersifat umum. Inilah kaidah shahih yang dipakai di kalangan para ulama.

Adapun berkenaan dengan hadits bahwa Rasulullah pernah mengatakan, “Sesungguhnya Allah tidak meneria shalat orang yang isbal.” Sekiranya hadits ini shahih mestinya itu dapat menuntaskan perselisihan yang terjadi. Akan tetapi perlu diketahui bahwa hadits tersebut dha’if. Bagi yang mendhaifkan hadits tersebut mengatakan bahwa shalat seorang isbal tetap sah, sedang yang menshahihkannya mengatakan tidak sah.

KESIMPULAN

Jadi, dalam hal sah/tidak sahnya shalat di belakang imam yang isbal adalah kembali pada perselisihan ulama tentang shalat di belakang ahli bid’ah. Selama kebid’ahannya tidak mengeluarkannya dari Islam maka diperbolehkan dan dikategorikan sah shalatnya. Hal ini sebagaimana pendapat madzhab Hanafi, Syafi’i dan sebagian ulama Maliki.

(Majmu Fatawa Wa Maqaalaat Ibnu Baaz: 12/67, Syarah Riyadush Shalihin: 2/1101-1102)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan