Bagaimana Hukum Rebonding Rambut Dalam Islam?

231,976

BERANIDAKWAH.COM | Bagaimana Hukum Rebonding Rambut Dalam Islam?. Apa hukumnya meluruskan rambut atau rebonding? Sebaliknya, apa hukum membuat rambut menjadi keriting? Apakah ini termasuk ke dalam tindakan merubah ciptaan Allah yang diharamkan?

Dalam shahih Muslim disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

“Ada dua golongan penduduk neraka yang keduanya belum pernah aku lihat. Kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi, yang dipergunakannya untuk memukul orang. Dan wanita-wanita berpakaian, tetapi sama juga dengan telanjang…(HR. Muslim)

Makna dari berpakaian tapi telanjang adalah sebagaimana disebutkan dalam Riyadhus Shalihin (1/1936) yaitu menutupi sebagian badannya dan membuka bagian yang lain karena keindahannya, atau memakai baju tipis dan transparan sehingga tampak (samar-samar) warna kulitnya.

Jadi sebelum menjawab boleh atau tidaknya rebonding atau sebaliknya, maka setiap muslimah wajib menutup auratnya dan termasuk dari aurat wanita adalah rambutnya. Ketika seorang wanita yang sudah menutup auratnya ingin mengkritingkan atau meluruskan rambutnya maka hukum asalnya adalah mubah, boleh-boleh saja dan ini tidak termasuk dalam kategori merubah ciptaan Allah yang diharamkan, dan tidak termasuk dalam hadits ini :

“Allah melaknat para wanita pembuat tato dan yang meminta dibuatkan tato, para wanita yang mencukur alis mereka dan para wanita yang meminta untuk dicukur alis mereka, dan para wanita yang mengikir gigi mereka (merengganggkannya), dengan tujuan mempercantik diri merubah ciptaan Allah Ta’ala.” (HR. Muslim)

Namun perlu diperhatikan agar para wanita muslimah tidak meniru gaya wanita-wanita fajir dan kafir. Ketika melakukan rebonding atau sebaliknya, sebaiknya dilakukan oleh wanita yang amanah, bisa menjaga rahasia, jangan melakukan hal ini di salon-salon umum wanita, karena bisa saja aibnya atau kecantikannya disebarkan dan menjadi fitnah di masyarakat. Apalagi yang bekerja di salon tersebut laki-laki, maka hukumnya menjadi haram.

Adapun wanita yang tidak menutup auratnya (tidak memakai jilbab syar’i) maka meluruskan atau mengkritingkan rambut baginya menjadi tidak boleh, bukan karena sebab meluruskan atau mengkritingkan namun karena menampakan aurat yang seharusnya ditutupi. Allah berfirman :

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu.” (QS. Al Ahzab : 33)

Dijelaskan dalam tafsir Ibnu Katsir (3/853) janganlah kamu keluar rumah kecuali karena ada keperluan yang bersifat syar’i seperti pergi ke masjid dengan syarat yang ditetapkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, dan apabila keluar rumah janganlah berlenggak-lenggok (genit), dan tidak boleh tabarruj, dahulu wanita jahiliyah menanggalkan kerudung dan tidak mengikatnya sehingga terlihatlah kalung, leher dan tengkuknya.

Jadi menampakan rambut juga termasuk dalam kategori tabarruj yang dilarang, makanya menampakkan rambut yang dikritingkan atau diluruskan kepada yang bukan mahrom adalah terlarang dan haram.

2 Comments
  1. Alvian says

    betul sekali sebelum rebonding ato keriting yg penting udah tertutup syar’i blm ? kalo blm ya tetap aja haram krn melanggar printah Allah SWT.

    1. Arga says

      iya akh…:)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan