Bagaimana Wujud Penampakan Malaikat Jibril?

19,868

BERANIDAKWAH.COM | Bagimana Wujud Penampakan Malaikat Jibril? Semua tahu bahwa Jibril merupakan malaikat yang ditugaskan untuk menurunkan wahyu. Beliau juga yang mengantarkan Nabi dalam peristiwa Isra’ mi’raj. Nash-nash juga menunjukkan, banyak sekali keterlibatan beliau di alam manusia, terutama kebesertaannya bersama Rasulullah dalam banyak peristiwa.

Allah menyebut Jibril dengan nama ar-ruah, ruhul qudus, ruhul amin. Disifati pula dengan rasuulin kariim (utusan yang terpercaya), dziquwwatin (memiliki kekuatan), inda Dzil arsyi makiin (dekat disisi Pemilik Arsy), mutha’ (yang ditaati dialam malaikat), dan amien (yang terpercaya). Dialah pemimpin di antara malaikat, dan yang paling pandai di antara mereka sebagaimana yang disebutkan oleh para ulama.

Dengan sifat seperti itu, Allah hendak menunjukkan bahwa al-Qur’an yang dia bawa untuk disampaikan kepada Nabi tak akan mampu disabotase oleh setan manapun, tak ada yang tercecer ataupun tersisipi oleh kebathilan. Jawaban atas klaim orang-orang Quraisy yang menuduh bahwa al-Qur’an itu disentuh oleh setan, juga orang Yahudi yang menganggap Jibril sebagai musuh, sebagian mereka tatkala hendak beriman akhirnya mengurungkan niatnya begitu mengetahui bahwa sang penyampai wahyu adalah Jibril.

Wujud Asli Jibril

Tentang wujud aslinya, hanya dua kali Nabi melihatnya. Beliau pernah ditanya oleh Aisyah tentang maksud yang dilihat oleh Nabi dalam firman-Nya:

“Dan sesungguhnya Muhammad itu melihatnya di ufuk yang terang.” (QS. At-Takwir: 23)

Dan firman-Nya:

“Dan sesungguhnya Muhammad telah melihatnya (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain.” (QS. An-Najm: 13)

Beliau menjawab,

“Dia adalah Jibril, aku tidak melihatnya dalam bentuk asli selain pada dua kesempatan tersebut. Aku melihatnya dekat dengan langit terbentang, ukuran tubuhnya memenuhi antara langit dan bumi.” (HR. Muslim)

Menjelma Dalam Sosok Manusia

Adapun menampakkan diri dalam wujud manusia, terjadi tidak hanya sekali dua kali, bahkan sebagian sahabat bisa melihatnya. Seperti ketika Jibril mendatangi Nabi dalam rupa laki-laki yang amat putih bajunya, amat hitam rambutnya dan tidak ada bekas safar, sementara para sahabat juga belum ada yang mengenalnya. Dia bertanya tentang iman, Islam, ihsan dan hari kiamat. Nabi berkata setelah dia pergi, “Dia adalah Jibril yang hendak mengajarkan kepada kalian perihal agama kalian.”

Jibril juga pernah membantu Nabi dalam perang Badar, beliau bersabda:

“Ini adalah Jibril, dia memegang kepala kudanya sembari membawa perlengkapan perang.” (HR. Bukhari)

Dalam riwayat lain Nabi berkata kepada Abu Bakar, “Bergembiralah wahai Abu Bakar, pertolongan Allah telah datang, ini dia Jibril telah memegang kendali kudanya dan menggiringnya ke kancah perang.” Dalam peperangan, Sa’ad bin Abi Waqash juga pernah melihat ada dua orang di kanan kiri Rasulullah. Keduanya memakai pakaian putih, padahal ia belum pernah melihat sebelum atau sesudahnya. Ternyata keduanya adalah Jibril dan Mikail.

Keanehan ketika itu dirasakan oleh seorang sahabat bernama Abu Waqid al-Laitsi, beliau menceritakan, “Aku menyerang seorang musyrik, ketika aku menebaskan pedang ke lehernya, tiba-tiba kepalanya telah terjatuh sebelum pedangku mendarat di lehernya.”

Syaikh Taqiyyudin as-Subki pernah ditanya tentang hikmah mengapa Jibril turut berperang bersama Nabi, padahal semestinya Jibril mampu untuk menghalau musuh hanya dengan mengibaskan sayapnya (yang besar)? Beliau menjawab, “Agar Nabi dan para sahabatnya tetap berbuat (sehingga mereka mendapat pahala), dan malaikat menjelma menjadi layaknya tentara manusia untuk menjaga sebab dan sunatullah yang telah digariskan oleh Allah Ta’ala.

Ya, andai saja Jibril berperang dengan wujud aslinya, tentunya musuh habis hanya oleh Jibril dan para sahabat tidak dianggap beramal. Dampak berikutnya, ketika menuntut kaum muslimin untuk berjihad, tentu mereka enggan mempersiapkan diri dan maju, karena mengandalkan datangnya Jibril.

Menampakkan Diri Dalam Wujud Onta

Jibril pernah menampakkan diri dengan wujud onta. Dalam sirah Ibnu Hisyam disebutkan, ketika Abu Jahal bermaksud menimuk Nabi dengan batu tatkala beliau sedang bersujud, tiba-tiba Abu Jahal mundur dengan gemetar dan ia lemparkan batunya. Orang-orang bertanya tentang sebabnya, lalu Abu Jahal menjawab, “Aku menghampirinya seperti yang telah aku janjikan semalam. Ketika aku telah dekat dengannya, tiba-tiba  ada seekor onta yang menghalau diriku. Demi Allah, aku melihat itu tidak seperti umumnya onta, tinggi maupun pendeknya, begitupun dengan taringnya. Onta itu mendekatiku dan hendak memakanku.” Ibnu Ishaq menuturkan, ketika itu Rasulullah bersabda, “Itulah Jibril, seandainya dia mendekat lagi, tentu Jibril akan mengambil tindakan terhadapnya.”

Itulah beberapa keterangan tentang perwujudan dan penampakan Malaikat Jibril yang telah Rasulullah gambarkan, dan perlu diingat bahwa Malaikat tidaklah sama dengan Dewa. Sangat berbeda jauh antara Dewa-dewa yang mungkin saat ini masyarakat ketahui dengan Malaikat.

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan