Beredar Surat MUI Pusat Untuk Grand Syaikh Al-Azhar Terkait Kedatangan Syaikh Amru Wardani

247

JAKARTA – Syaikh Amru Wardani, salah seorang pejabat Darul Iftah Mesir yang pasalnya didatangkan dari Mesir dan akan dipakai sebagai saksi ahli oleh kubu pendukung Ahok terkait dengan kasus pelecehan Al-Qur’an khususnya pada surat Al-Maidah 51, nampaknya hanya isapan jempol semata. Grand Syaikh Al Azhar Prof. Dr. Ahmad Thayyib memerintahkan Grand Mufti untuk memanggil pulang beliau ke Mesir agar untuk tidak ikut campur dalam urusan dalam Negeri tersebut.

Kedatangan Syaikh Amru Wardani tentunya menyulut kontroversi dari berbagai kalangan masyarakat, tak terkecuali dari Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab. Setelah beliau menanggapi keras kedatangan Syaikh Amru Wardani, kini beredar surat berkop Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat yang juga berkomentar atas masalah terebut.

Terjemahan

Kepada Yang Mulia

Prof Dr. Ahmad Thayyib

Grand Syaikh alAzhar dan Mufti Republik Arab Mesir.

Di Kairo

Assalaamualaikum wr wb.

Kami berharap semoga surat ini sampai kepada anda dan anda dalam keadaan sehat yang sempurna dan Mesir mendapatkan kemajuan, kebesaran dan kemakmuran baik bangsa maupun negara.

Merujuk kepada berita yang beredar tentang kunjungan Syaikh Mustafa Amr Wardani dari Kantor Pusat Darul Ifta Republik Arab Mesir, negara sahabat Indonesia sebagai saksi ahli terhadap kasus penodaan dan pelecehan surah al-Maidah ayat 51 yang dilakukan oleh gubernur DKI Jakarta ketika berpidato di depan khalayak ramai, kami menyampaikan beberapa hal sbb:

  1. Bahwa kunjungan ini menimbulkan kehebohan yang besar di kalangan bangsa Indonesia yang beragama Islam, krena hal ini bisa menimbulkan pertengkaran dan perpecahan serta membangkitkan fitnah demi fitnah yang kuat dan keributan di kalangan para ulama, pemikir, pejabat, para politisi, pemimpin agama dari bermacam-macam organisasi dan perkumpulan di kalangan bangsa Indonesia yang terkenal posisinya sebagai moderat dan saling menghormati.
  2. Kunjungan ini dianggap sebagai bagian yang tidak terpisahkan dengan politik campur tangan urusan dalam negeri negara lain yang mempunyai kehormatan yang sah dan legal untuk mengurus dirinya sendiri.
  3. Kunjungan ini merupakan tindakan yang tidak menganggap hak dan otoritas MUI sebagai lembaga yang punya hak secara legal untuk mengeluarkan fatwa dan sikap keagamaan bagi bangsa Indonesia, yaitu majelis yang anda dihormati ketika berkunjung pada bulan Februari 2016 lalu. Yaitu Majelis yang menjadi mengemban pelayanan kepada bangsa Indonesia yang terdiri dari 70 Organisasi Islam.
  4. Kunjungan ini telah dimanfaatkan oleh kelompok tertentu dari dalam dan luar untuk menggangu hubungan bilateral kenegaraan antara kedua negara baik secara bangsa maupun negara.

Karena itu kami meminta untuk melihat permasalahan ini dengan teliti dan penuh perhatian dan menggunakan segala kemampuan anda untuk membuat langkah yang cepat untuk menjaga Islam dan kaum muslimin di keduan negara dan kami ingatkan dengan sangat karena bisa membangkitkan robeknya ukhuwwah Islamiyah dan menanamkan berbagai fitnah.

Kantor Pusat MUI,

Ttd

Dr Ma’ruf Amin (Ketua Umum),

Dr. Anwar abbas(Sekretaris Umum)

Sumber: Islampos

 

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan