Cara Termudah Membangun Rumah Di Jannah

83,173

BERANIDAKWAH.COM | Cara Termudah Membangun Rumah Di Jannah. Ketika sang durjana yang bergelar Fir’aun mengetahui keimanan Asiyah, istrinya, ia keluar menemui kaumnya lalu bertanya, “Apa yang kalian ketahui tentang Asiyah binti Muzahim?” Mereka pun memujinya. Fir’aun berkata, “Namun ia menyembah Tuhan selain aku.” Mereka berkata, “Kalau begitu, bunuhlah dia.” Maka Fir’aun membuat pasak-pasak untuk istrinya, kemudian mengikat kedua tangan dan kedua kaki istrinya, lalu menyiksanya di bawah terik matahari. Tapi, setiap kali Asiyah merasakan kepanasan, para malaikat menaunginya dengan sayap-sayap mereka. Asiyah lantas berdoa, “Wahai Rabbku, bangunkanlah untukku di sisi-Mu sebuah rumah di Jannah.”

Allah pun mengabulkan doa Asiyah dengan membangunkan sebuah rumah di jannah untuknya. Dan rumah itu diperlihatkan kepada Asiyah. Ketika melihat rumahnya di surga, maka berbahagialah wanita mulia ini. Semakin hari semakin kuat kerinduan hatinya untuk memasukinya. Ia tak peduli lagi dengan siksaan Fir’aun dan para algojonya, ia pun tertawa. Bertepatan dengan Fir’aun datang, melihat Asiyah tertawa, Fir’aun berkata keheranan, “Lihat wanita gila ini, kita menyiksanya dia malah tertawa.” Fir’aun lantas memerintahkan kepada algojonya, “Cari batu yang paling besar, lalu jatuhkan ke atas tubuhnya!” Namun Allah terlebih dahulu mengangkat ruhnya, sehingga ketika batu besar menimpa tubuhnya ia dalam keadaan sudah tak bernyawa.

Dari kisah di atas, tidakkah kita iri dengan kedudukan wanita mulia ini? Apakah kita tidak menginginkan rumah di jannah sebagaimana yang didapatkan oleh Asiyah? Namun, tidak semua dari kita akan bernasib sama sebagaimana yang dialami Asiyah, disiksa dengan berbagai macam siksaan karena mempertahankan ketauhidan. Endingnya, Allah bangunkan baginya rumah di jannah. Atau kalau toh ditakdirkan nasib semisal, belum tentu dari masing-masing kita mampu melakukannya.

Allah melalui lisan Rasul-Nya telah memberikan cara termudah membangun rumah di jannah. Di antaranya dengan cara melaksanakan shalat sunnah dua belas rakaat dalam sehari semalam.

Dari Ummu Habibah istri Nabi, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah bersabda:

“Tidaklah seorang muslim mengerjakan shalat sunnah ikhlas karena Allah sebanyak dua belas rakaat selain shalat fardhu, melainkan Allah membangunkan baginya sebuah rumah di jannah.” (HR. Muslim)

“Kemudian Rasulullah memerinci kedua belas rakaat tersebut: empat rakaat sebelum shalat zhuhur, dua rakaat sesudah shalat zhuhur, dua rakaat sesudah shalat Magrib, dua rakaat sesudah shalat isya, dan dua rakaat sebelum shalat shubuh.” (HR. Tirmidzi)

Ummu Habibah yang mendengar langsung hadits ini dari Rasulullah, berkomentar, “Maka aku tidak meninggalkan dua belas rakaat tersebut semenjak aku mendengarnya dari Rasulullah.” Anbasah, setelah mendengar hadits tersebut langsung dari Ummu Habibah, tidak pernah meninggalkan shalat sunnah dua belas rakaat. Begitu pula Amr bin Aus, juga melakukan hal yang sama setelah mendengar dari Anbasah.

Dua Rakaat Salam

Empat rakaat sebelum shalat zhuhur adalah shalat sunnah yang paling muakkad (ditekankan) setelah dua rakaat sebelum shalat shubuh. Pelaksanaannya dikerjakan dengan dua kali salam yaitu shalat dia rakaat kemudian salam dan shalat dua rakaat lagi kemudian salam. Rasulullah bersabda:

“Shalat (sunnah yang dikerjakan) malam dan siang itu dua dua.” (HR. Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi)

Maksudnya, dua rakaat salam dua rakaat salam. Namun menuruh madzhab Syafi’i jika mengerjakan dengan empat rakaat salam juga tidak apa-apa, sebagaimana disebutkan oleh Dr. Wahbah Az Zuhaili dalam kitab Al Fiqh Al Islami wa Adillatuhu. Tapi yang lebih utama adalah perdua rakaat salam.

Manfaat Shalat Sunnah

Shalat yang kita kerjakan, selain dalam rangka melaksanakan kewajiban sejatinya berbagai manfaat juga akan kita dapatkan. Sekali sujud, dengannya Allah akan menaikkan derajat kita dan juga menghapuskan kesalahan.

“Hendaklah engkau memperbanyak sujud kepada Allah, karena tidaklah engkau bersujud pada Allah dengan sekali sujud melainkan Allah akan meninggikan satu derajatmu dan menghapuskan satu kesalahanmu.” (HR. Muslim)

Ini baru sekali sujud, lantas bagaimana jika dengan melakukan banyak sujud atau banyak shalat dilakukan?

Shalat sunnah rawatib yang kita laksanakan fungsinya juga untuk menutup beberapa kekurangan dalam shalat wajib yang beru saja kita kerjakan. Kalau mau jujur, ketika kita melakukan shalat sejatinya banyak kekurangan yang bisa kita rasakan. Kurang dalam kekhusyu’an, tidak maksimal dalam tukminah dan kadang ada beberapa rukun shalat yang tidak sempurna kita kerjakan. Itu semua menyebabkan amal shalat yang kita persembahkan kepada Allah jadi berlobang-lobang. Maka Rasulullah memberikan solusinya sebagai penambal dengan shalat sunnah rawatib.

“Sesungguhnya amalan yang pertama kali akan diperhitungkan dari manusia pada hari kiamat dari amalan-amalan mereka adalah shalat. Kemudian Allah mengatakan pada malaikatnya dan Dia lebih Mengetahui segala sesuatu, “Lihatlah kalian pada shalat hamba-Ku, apakah sempurna ataukah memiliki kekurangan? Jika shalatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna. Namun jika shalatnya terdapat beberapa kekurangan, maka lihatlah kalian apakah hambu-Ku memiliki amalan shalat sunnah? Jika ia memiliki amalan shalat sunnah, maka sempurnakanlah pahala bagi hamba-Ku dikarenakan shalat sunnah yang ia lakukan. Kemudian amalan-amalan lainnya hampir sama seperti itu.” (HR. Abu Daud)

Meskipun bulan ramadhan hampir saja berlalu, bukan berarti semangat kita dalam beribadah ikut layu. Mari sirami ibadah kita agar bersemi kembali. Susana religius selama ramadhan hendaknya menjadi spirit dalam melaksanakan ajaran agama pada sebelas bulan berikutnya.

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan