Enaknya Rayuan Setan Yang Membinasakan

258

Setan selalu menghasut hati melakukan keburukan dan meninggalkan kebaikan. Hal ini benar dan kita semua sudah mengerti. Sayangnya, bisikan setan bukanlah bisikan polos, lugu, mudah dikenali dan dibantah. Bukan pula melulu mengajak kepada maksiat dan menghalangi manusia untuk taat. Begitu enaknya rayuan setan yang membinasakan.

Bisikan setan sangatlah halus, argumentatif dan sangat manipulatif. Bukannya mengajak maksiat secara langsung, bisikan setan justru sering mengajak manusia melakukan kebaikan meski hanya berkedok.

Ini kesulitan pertama yang kita hadapi manakala berdebat dengan setan. Kesulitan kedua, bisikan setan serasa berada dalam satu ruangan dengan hati. Sifatnya yang manipulatif dan argumentatif membuat diri kita sulit mengidentifikasi apakah ini bisikan setan atau pertimbangan akal.

Dan kesulitan ketiga, frekuensi serangannya yang sangat ketat dan intensif. Layaknya defender yang terus membayangi striker dalam permainan bola. Menempel ketat, selalu berusaha mengawal arah geraknya kemudian memblok pergerakannya agar jangan sampai lolos dan menceploskan gol. Bisikan setan pun demikian, ketat dan intensif menghalangi niat dan arah gerak hati manusia agar jangan sampai melakukan kebaikan hingga menorehkan poin pahala.

Abu Hammam Sayid mencoba mengilustrasikan dialog hati vs setan dalam bukunya asy Syaithan ka’ annaka Tarahu, Dar el Fawaed;

Anda berdialog dengan setan pada suatu malam, ketika adzan subuh terdengar

Setan: Malam masih panjang, tidurlah lagi.

Anda: Aku takut lupa shalat wajib.

Setan: Waktunya masih lama…

Anda: Aku khawatir ketinggalan shalat jamaah

Setan: Tak perlu bersikap keras pada diri sendiri.

Dan Anda pun tak jua bangun sampai matahari terbit.

Saat Anda hendak membaca atau menghafal Al-Qur’an

Setan: Hibur dirimu dengan lagu-lagu

Anda: Itu haram.

Setan: Sebagian ulama masih memperbincangkan hukumnya.

Anda: Aku tahu hadits-hadits yang mengharamkan

Setan: Semuanya kan dhaif?!

Saat Anda melihat wanita cantik dan berusaha menundukkan pandangan

Setan: Memang kenapa tidak mau melihat?

Anda: Bahaya.

Setan: Kalau begitu, bayangkanlah kecantikannya. Sekedar membayangkan kan halal.

Saat Anda hendak menyampaikan nasihat atau kajian

Setan: Jangan mengorbankan dirimu.

Anda: Ini bermanfaat untuk orang lain.

Setan: Aku khawatir kau jadi popular dan popularitas itu biang kerusakan.

Demikianlah beberapa dialog yang beliau contohkan. Jika kita renungi, tentu masih banyak perdebatan semisal yang sering kita hadapi. Bagi wanita misalnya, saat ada keinginan mengenakan pakaian syar’i, setan selalu berusaha membisiki: Wanita muslimah juga harus cantik, tidak kucel dan terkesan ketinggalan jaman. Buktikan bahwa muslimah juga bisa tampil modis, cantik dan up-to-date.

Tabarruj itu kalau tampil seronok dan make up berlebihan. Akhirnya, jilbab syar’i pun urung dipakai, diganti dengan model pakaian dan dandanan ‘muslimah cantik’. Dandanan modis yang meski tidak ketat tapi memperlihatkan lekuk tubuh dengan jelas. Warna warni kainnya berpadu indah selaras dengan make up yang mampu meningkatkan kecantikan puluhan persen. Juga parfum yang meski lembut, tapi tetap tercium harummnya. Tak lupa, setan menyakinkan, “Tidak masalah dandan seperti ini. Melaksanakan syariat kan semampunya. Mampumu baru segitu, yang penting kan sudah menutup aurat. Nanti ditingkatkan lagi.”

“Melaksanakan syariat kan semampunya. Mampumu baru segitu, yang penting kan sudah menutup aurat.” Kalimat ini tidak benar-benar salah. Kita memang hanya dituntut melaksanakan syariat sejauh yang kita mampu. Jika seorang muslimah hendak melaksanakan kewajiban berhijab dengan cara bertahap mulai dari jilbab kecil, agak besar hingga besar, pun insyaAllah tidak salah.

Tapi bagaimanapun, dandanan cantik semacam itu tetap bermasalah. Dan poin tipuan setan dalam hal ini ada pada kalimat terakhir. Ini kalimat taswif (penundaan) untuk menahan Anda dari berhijab secara lebih syar’i. “Nanti” sampai kapanpun, sebagaimana hasutan yang dibisikan kepada hamba yang hendak bertaubat.

Contoh lain saat seorang laki-laki hendak meningkatkan diri dengan rajin melaksanakan shalat wajib dengan berjamaah di masjid. Setiap panggilan Allah berkumandang dialog sengit pun bakal terjadi. Jika sedang  bekerja, biasanya yang dipakai adalah kalimat, “Tanggung, kurang sedikit lagi.”.

Jika sedang ada tamu atau kadang bermain bola dengan kawan-kawan, rasa tak enak hati (Jawa: pekewuh) yang dikedepankan. Tidak enak rasanya mau bergegas pergi, karena pemainnya bakal berkurang satu selain juga akan terkesan sok rajin.

Kita pun sering urung melaksanakannya karena tanggung dan tidak enak hati. Padahal, bukankah untuk ibadah semacam inilah kita diciptakan dan bukan untuk bekerja mencari uang saja? Soal tidak enak hati, kita memang sering tidak enak hati kepada manusia, tapi selalu “enak hati” terhadap Allah hingga panggilannya selalu kita abaikan.

“Itu kan hanya sunnah.” Kalau saja Rasulullah dan para sahabat mendengar alasan ini, entah akan diapakan orang yang mengucapnya. Nah, karena serangannya ketat, pertahanan kita pun juga harus demikian. Setan selalu menyerang dengan tipu dayanya dalam argumentasi. Penangkalnya adalah ilmu.

Ibarat pedang, ilmu adalah bahan pedang yang kita gunakan. Semakin padat, semakin keras, semakin keras semakin kuat untuk mematahkan serangan setan. Semakin banyak ilmu dien yang kita miliki, semakin mudah mematahkan argumentasi setan.

Sedangkan untuk menangkal intensitas serangannya adalah dengan selalu ingat kepada Allah, memperbanyak dzikirullah. Rasulullah sudah menasihatkan, “Setan selalu mengincar hati manusia, jika dia ingat kepada Allah, setan akan menyingkir dan jika lalai, ia akan memangsanya.” (HR. Baihaqi, dhaif tapi banyak dinukil oleh para ulama).

Peperangan rutin ini memang berat dan melelahkan. Tak kan berhenti hingga maut menjemput. Yang menang akan selamat, sedang yang kalah akan binasa dan dijauhkan dari Jannah. Begitulah rayuan setan yang membinasakan manusia, halus dan mematikan. Semoga Allah menjadikan kita hamba yang selalu menang melawan bisikan setan. Aamiin.

2 Comments
  1. foto liputan bekasi says

    Saat melihat wanita cantik dan berusaha menundukkan pandangan
    ini mungkin sulit ya min
    kita coba saja

    Semoga dapat memberikan manfaat bagi kita yang membacanya

    1. Admin says

      terima kasih 🙂

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan