Fatwa: Bagaimana Sikap Makmum Jika Wudhu Imam Batal?

897

BERANIDAKWAH.COM | BAGAIMANA SIKAP MAKMUM JIKA WUDHU IMAM BATAL? – Jika wudhu imam batal saat shalat, apakah ia hendaknya menunjuk seorang makmum untuk menggantikannya menjadi imam dan menyempurnakan shalat bersama jama’ah, ataukah shalat mereka (makmum) juga ikut batal?

Disyariatkan bagi seorang imam mengambil seorang pengganti yang bertindak sebagai imam bagi para makmum yang lain dalam menyempurnakan shalat mereka. Hal ini juga dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khattab ketika beliau ditikam sementara tengah mengimami shalat shubuh, lantas ia menunjuk Abdurrahman bin Auf untuk menggantikannya dan menyempurnakan shalat tersebut bersama para jama’ah.

 Bila imam belum menunjuk seorangpun yang menggantikannya, maka salah seorang yang berada di belakang imam hendaknya maju dan menyempurnakan shalat bersama mereka.

Adapun bila para makmum membatalkan shalat dan memulai dari awal, tidak mengapa dalam masalah ini, akan tetapi pendapat yang kuat adalah bahwa imam hendaknya mengambil seorang pengganti yang menyempurnakan shalat bersama para makmum yang lain, sebagaimana yang ditunjukkan Umar bin Khattab di atas. Namun bila mereka memulai lagi dari awal, juga tidak ada salahnya. Wallahu waliyut taufiq.

(Menguak Fatwa Syaikh Bin Baz, Pustaka Barokah hal 132-133)

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan