MEDIA DAKWAH ISLAM | KEREN ITU BERANI DAKWAH

Fatwa: Berpindah Tempat Setelah Shalat Fardhu

219

BERANIDAKWAH.COM | BERPINDAH TEMPAT SETELAH SHALAT FARDHU – Apakah kita perlu memberi jeda antara shalat fardhu dan shalat sunnah rawatib dengan waktu yang lama? Atau bolehkah shalat sunnah langsung setelah/ sebelum shalat fardhu?

Mengenai hal ini disunnahkan untuk memberi jeda antara shalat fardhu dengan shalat sunnah. Bisa dengan perkataan (berbincang-bincang) atau dengan pindah tempat. Tapi, yang paling afdhal dengan pulang ke rumah untuk shalat sunnah, sebagaimana hadits dari Rasulullah.

Alasan kenapa tidak langsung menyambung shalat wajib dengan shalat sunnah adalah sebagaimana terdapat dalam shahih Muslim dari ‘Umar bin ‘Atha’ bin Abil Khuwar bahwa Nafi’ bin Jubair mengutusnya kepada Sa’ib putra saudara perempuan Namir untuk menanyakan sesuatu yang pernah dilihat oleh Mu’awiyah dalam shalat, maka Sa’ib berkata:

Artinya: “Benar aku pernah shalat Jum’at bersama Mu’awiyah di dalam Maqshurah (suatu ruangan di dalam masjid). Setelah imam salam aku berdiri di tempatku kemudian aku menunaikan shalat sunnah. Ketika Mu’awiyah masuk, ia mengutus seseorang kepadaku dan utusan itu mengatakan, ‘Jangan kamu ulangi perbuatanmu tadi. jika kamu telah selesai mengerjakan shalat sunnah sebelum kamu berbincang-bincang atau sebelum kamu keluar dari masjid. Karena Rasulullah memerintahkan hal itu kepada kita yaitu ‘Janganlah suatu shalat disambung dengan shalat lain, kecuali setelah kita mengucapkan kata-kata atau keluar dari masjid’.” (HR. Muslim)

Imam Nawawi berkata: “Di dalamnya terdapat dalil atas apa yang dikemukakan oleh sahabat-sahabat kami bahwa shalat-shalat nafilah rawatib dan juga yang lainnya disunnahkan untuk berpindah dari tempat pelaksanaan shalat fardhu ke tempat lain.

BACA JUGA: Bagaimana Sikap Makmum Jika Wudhu Imam Batal?

Dan yang afdhal adalah pulang ke rumahnya atau shalat di bagian masjid yang lain untuk memperbanyak tempat sujud dan untuk memisahkan antara yang sunnah dan yang fardhu. Dan perkataan Rasulullah, “kecuali setelah kita mengucapkan kata-kata” menjadi dalil bahwa perbincangan bisa juga sebagai media untuk memisahkan antara shalat fardhu dan sunnah, namun dengan berpindah itu lebih afdhal. Wallahua’lam.

(Fatawa Syabakah Islamiyah Juz 4 hal 2943)

Leave A Reply

Your email address will not be published.