Habis Malas Terbitlah Penyesalan

32,135

BERANIDAKWAH.COM | Habis Malas Terbitlah Penyesalan. Permisalan malas adalah seperti narkoba, yang punya kenikmatan di awal namun merusak dibelakangnya dan pada akhirnya hanya berbuah penyesalan. Karena sejatinya ketika memakai narkoba, ia sedang memasukan racun ke dalam tubuh yang lama-kelamaan racun itu akan merusak tubuh dan mengakibatkan kematian.

Begitu pula dengan sifat malas. Malas harus dicegah dan direhabilitasi sedini mungkin karena bila terlanjur kecanduan akan sulit diobati. Orang yang malas akan merasakan nikmat sesaat karena merasa terbebas dari rutinitas dan pekerjaan yang mestinya harus dikerjakan. Dan perlu diingat bahwa malas juga seperti virus yang mudah menyebar. Malas dalam satu aktivitas menyebabkan malas-malas dalam aktivitas lain, termasuk juga dalam hal ketaatan kepada Allah.

Apalagi dengan perubahan lingkungan serta perkembangan teknologi membuat masyarakat semakin enggan untuk beraktivitas karena sudah terbantu dengan alat-alat yang dibuat manusia. Orang ingin pergi dimudahkan dengan alat transportasi (pesawat, mobil, bus, motor), atau ingin membeli sesuatu yang jauh hanya dengan melalui ponsel. Oleh karena itu kita perlu mendeteksi diri adakah gejala penyakit malas dalam diri kita. Menunda-nunda pekerjaan, kehilangan semangat saat bekerja merupakan beberapa gejala awal penyakit malas yang bisa mengarah ke amal kebaikan.

Kata Ulama Tentang Malas

Para ulama membenci dengan sifat malas. Abdullah bin Mas’ud pernah mengatakan, “Tak ada yang lebih memberatkan pandangan saya selain melihat orang yang tidak melakukan pekerjaan untuk dunianya dan tidak pula untuk akhiratnya.”

Ibnu Hajar dalam kitabnya yang sangat fenomenal, Fathul Bari menyampaikan, “Malas adalah meninggalkan sesuatu yang baik padahal ia mampu melakukannya.” Sedangkan al-Aini, seorang ulama yang menulis Syarah al-Bukhari mengatakan, “Malas adalah lemahnya kemuan, lebih mengutamakan rehat daripada lelah bekerja.”

Seorang pemalas hanya akan bersemangat dalam hal yang sesuai dengan hawa nafsunya. Ia mampu melakukan sesuatu yang produktif, tapi tak melakukannya karena tidak disukai oleh nafsu. Sedangkan nafsu lebih cenderung pada hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat.

Penghalang Banyak Kebaikan

Banyak kebaikan yang akan terhalang oleh sifat malas, baik kebaikan dunia maupun kebaikan akhirat. Penyesalan akibat malas tak hanya diderita di dunia tapi juga di akhirat. Contohnya Orang yang malas bekerja akan membuatnya jadi miskin, orang yang malas menjaga kesehatan akan mudah sakit, Orang yang malas menuntut ilmu, akan membuatnya jadi bodoh.

Dengan kebodohannya setan akan mudah menyesatkannya karena kebodohan adalah jalan paling gampang bagi setan untuk menyesatkan manusia. Dan setan lebih menyukai orang bodoh beribadah daripada orang shalih yang tidur. Begitu juga dengan orang yang malas bekerja, ia akan menjadi orang fakir, sementara kefakiran itu sangat dekat dengan kekufuran.

Rasulullah pernah bercerita bahwa di dalam kubur, sifat malas kelak akan diserupakan dengan orang yang buruk rupa. Ia berkata, “Aku adalah amalmu yang buruk, kamu dahulu tidak bersegara dalam ketaatan namun rajin dalam bermaksiat. Allah akan membalasmu dengan keburukan.” (HR. Ahmad)

Malas Itu Penyakit Yang Menular

Kamu perlu tahu bahwa sifat malas juga termasuk salah satu penyakit yang menular. Kebiasaan malas ini juga disebabkan oleh faktor lingukungan. Berteman dengan orang malas akan membuat seseorang juga menjadi malas. Begitu juga bila tinggal dalam keluarga yang semuanya serba dilayani dan cenderung jadi passenger, hal ini juga bisa menyebabkan terserang penyakit malas.

Penyebab Malas

Selain karena tertulari, malas juga bisa disebabkan karena tidak adanya target yang jelas dan menggairahkan dalam hidup. Dengan begitu ia merasa tidak ada yag salah dengan rasa malasnya. Rutinitasnya juga kadang membuat malas, tapi bila dikaitkan dengan hasil yang menggairahkan kemungkinan malas bisa hilang.

Untuk menyembuhkan penyakit malas tidaklah mudah, namun juga tidak terlalu sulit. Kamu perlu memikirkan akibat yang timbul dikemudian hari dengan rasa malas yang kamu lakukan sekarang. Betapa banyak orang yang menyesal akibat malas, mereka mengatakan, “coba kalau dulu aku belajar, pasti nilaiku bagus. Coba kalau aku memulai usaha dari dulu, pasti sekarang sudah kaya.” Semua itu akan dirasakan oleh pemalas di dunia ini. Adapun rasa malas yang mengakibatkan penyesalan di akhirat adalah rajinnya bermaksiat kepada Allah saat di dunia dan lebih menuruti hawa nafsunya. Allah berfirman:

“… Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepada kalian tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kalian, melainkan (sekedar) aku menyeru kalian mematuhi seruanku. Oleh sebab itu, janganlah kalian mencerca aku, akan tetapi cercalah diri kalian sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku…” (QS. Ibrahim: 22)

Selain perlu memikirkan akibat dari malas, terkadang kita juga perlu memaksa diri untuk berbuat (action). Amru bin Qais pernah berkata, “Jika sampai dihadapanmu suatu kebaikan, kerjakanlah meskipun berat. Dengan begitu, kelak kamu akan senang menjalaninya.” Suatu kebaikan pada awalnya memang terasa berat, namun akan terasa ringan ketika hal tersebut sudah menjadi kebiasaan.

Cara lain untuk menghindari malas adalah bersegera pindah ke amal kebajikan yang lain. Tidak dipungkiri jika seseorang melakukan terus menerus amal kebajikan yang itu-itu saja akan menemui kebosanan, maka mengerjakan amal kebajikan yang lain adalah solusinya. Bukan malah menghentikan amal kebajikan, karena takutnya waktu luang yang tidak terpakai mengerjakan amal kebajikan akan membuat kita terbuai untuk melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Jadi, mari segera move on dan say good bye to malas.

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan