Hukum Bergabung Dengan Jamaah Islam?

577

BERANIDAKWAH.COM | HUKUM BERGABUNG DENGAN JAMAAH ISLAM – Banyak pemuda Islam yang bertanya-tanya tentang hukum bergabung dengan jamaah Islam dan komitmen dengan manhaj jamaah tertentu, tanpa komitmen dengan manhaj jamaah lainnya?

Alhamdulillah, yang wajib bagi setiap orang untuk berkomitmen adalah pada kebenaran, yaitu firman Allah dan sabda Rasulullah dan untuk tidak komitmen kepada manhaj jamaah manapun, tidak kepada Ikhwanul-Muslimin, tidak juga kepada Ansharus-Sunnah, tidak juga kepada selain mereka. Tetapi yang wajib adalah berkomitmen kepada kebenaran, yaitu Kitabullah dan Sunnah Rasulullah.

BACA JUGA: Apakah Kelompok Islam Atau Jamaah Islam Yang Ada Saat Ini Termasuk Kelompok Sesat?

Jika ia bergabung dengan jamaah-jamaah Islam lalu membantunya dalam kebenaran, dan setuju dengan mereka dalam kebenaran tanpa bersikap ekstrem (ghuluw) atau meremehkan maka hukumnya tidak mengapa (la ba’sa). Adapun jika mereka mewajibkan mengikuti ucapan mereka tanpa ada batasan (Ketaatan mutlak) maka yang demikian itu tidak boleh.

Maka hendaklah ia selalu bersama kebenaran di manapun dan bersama siapa pun. Jika kebenaran ada pada Ikhwanul Muslimin maka ia harus mengambilnya, jika kebenaran ada pada Ansharus Sunnah maka ia harus mengambilnya, dan jika kebenaran ada pada jamaah lain maka ia pun harus mengambilnya.

Ia selalu dalam kebenaran, menolong jamaah-jamaah lain dalam menegakkan kebenaran, tetapi ia tidak boleh berkomitmen pada suatu mazhab tertentu secara mutlak dengan tidak berpaling darinya sekalipun mazhab tersebut bathil dan salah. Ini adalah kemungkaran dan tidak boleh, tetapi ia bersama jamaah tertentu tersebut selama jamaah tersebut berada dalam kebenaran dan tidak bersama mereka dalam kesalahan mereka.

Sumber: Majmu Fatawa wa Al-Muqalat Al-Mutanawwi’ah li Samahah Asy-Syaikh Al-‘Allamah ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz.

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan