Hukum Mengucapkan “Almarhum” Kepada Orang Yang Sudah Meninggal?

502

BERANIDAKWAH.COM | Hukum Mengucapkan Almarhum Kepada Orang Yang Sudah Meninggal. Apa saja ungkapan-ungkapan yang dapat ditunjukkan terhadap orang-orang yang sudah meninggal dunia. Kami sering mendengar tentang si fulan “al-maghfur lahu” (orang yang diampunkan baginya) atau “almarhum” (orang yang dirahmati). Apakah ungkapan-ungkapan seperti ini benar? Berikut penjelasannya yang kami kutip dari Majmu’ Fatawa Wa Maqalat Mutanawwi’ah, Juz V hal. 356-366 dari fatwa Syaikh Ibn Baz.

Ungkapan yang disyariatkan dalam kasus ini adalah “Ghafarallahu lahu” (semoga Allah mengampuninya) atau “Rahimahullah” (semoga Allah merahmatinya) dan semisal itu bula dia (orang yang sudah meninggal) ada seorang muslim dan tidak boleh mengucapkan “al-maghfur lahu” atau “almarhum” karena tidak boleh bersaksi terhadap orang tertentu bahwa dia masuk surga atau neraka atau semisalnya kecuali orang yang memang sudah dipersaksikan Rasulullah masuk surga seperti Abu Bakar As-Shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan para sahabat lainnya yang sudah dikabarkan oleh beliau masuk jannah.

Atau orang-orang yang telah dipersaksikan masuk neraka seperti Abu Lahab, Abu Thalib, Amr bin Luhay al-Khuza’i. Jadi kita bersaksi atas hal itu. Sedangkan orang yang belum dipersaksikan Allah ataupun Rasul-Nya masuk surga atau neraka, maka kita tidak bersaksi atasnya terhadap hal-hal tersebut dan menentukan orangnya. Demikian juga kita tidak bersaksi terhadap seseorang tertentu mendapatkan ampunan (maghfirah) atau rahmat kecuali berdasarkan nash Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya.

Akan tetapi Ahlussunnah berharap baik bagi orang yang berbuat baik dan khawatir terhadap orang yang berbuat keburukan dan bersaksi atas Ahli iman secara umum bahwa mereka masuk surga dan orang-orang kafir masuk neraka sebagaimana hal itu telah dijelaskan oleh Allah di dalam firman-Nya:

QS. At Taubah Ayat 72

Artinya: “Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.”

Sebagian ulama berpendapat boleh bersaksi atas masuk surga atau neraka bagi orang yang dipersaksikan oleh dua orang yang adil atau lebih bahwa dia baik atau buruk berdasarkan hadits-hadits shahih yang berisi tentang hal tersebut.Wallahu’alam.

Demikian tadi ulasan tentang hukum mengucapkan almarhum kepada orang yang sudah meninggal, semoga bermanfaat dan jazakallah khair.

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan