Hukuman Mati Bagi Produsen Dan Pengedar Narkoba

44,036

BERANIDAKWAH.COM | Hukuman Mati Bagi Produsen Dan Pengedar Narkoba. Ada banyak cara yang dilakukan oleh orang-orang untuk jadi kaya, dan yang cara yang diambil untuk menjadi kaya dengan cepat menggunakan jalan yang tidak benar, seperti menjadi produsen, bandar dan pengedar Narkoba. Di Indonesia dan beberapa negara sekarang ini tengah gencar menegakan hukuman mati bagi produsen dan pengedar narkoba, termasuk juga pemakai narkoba, apakah hal tersebut sesuai dengan ajaran Islam?

Para ulama membedakan hukuman yang diberikan kepada pengedar dan hukuman kepada pengguna narkoba itu sendiri.

Pertama, Hukuman Bagi Pengguna Narkoba

Pemakai narkoba disamakan dengan para peminum khamr, hukumannya adalah ta’zir. Ta’zir adalah hukuman yang belum ditetapkan batasannya oleh syariat dan diserahkan kepada pemerintah setempat dengan mengacu kepada maslahat. Ta’zir ini bisa berupa penjara, cambuk, sampai hukuman mati, tergantung kepada kasus yang menimpanya dan dampak yang ditimbulkannya.

Kedua, Hukuman Bagi Produsen Dan Pengedar Narkoba

Para ulama menyatakan bahwa hukuman para produsen dan pengedar narkoba yang menyebabkan kerusakan besar bagi agama, bangsa dan negara khususnya generasi muda yang menjadi tulangpunggung bagi kehidupan bangsa adalah hukuman mati. Dalil-dalilnya sebagai berikut:

1. Firman Allah

“Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka mendapat siksaan yang besar.” (QS. Al-Maidah: 33)

Memproduksi dan mengedarkan narkoba serta menyelundupkannnya di suatu negara akan membuat kerusakan yang sangat besar kepada generasi bangsa tersebut. Dan perbuatan ini seperti merupakan salah satu bentuk memerangi ajaran Allah dan Rasul-Nya, maka hukumannya adalah dibunuh berdasarkan ayat di atas.

2. Hadits ‘Urainiyin Yang Datang Ke Kota Madinah

Beberapa orang dari ‘Ukl atau ‘Urainah datang ke Madinah, namun mereka tidak tahan dengan iklim di Madinah hingga mereka pun sakit. Beliau lalu memerintahkan mereka untuk mendatangi unta dan meminum air kencing unta dan susunya. Maka mereka pun berangkat menuju kandang unta (zakat), ketika telah sembuh, mereka membunuh pengembala unta Nabi dan membawa unta-untanya. Kemudian berita itu pun sampai kepada Nabi menjelang siang. Maka beliau mengutus rombongan untuk mengikuti jejak mereka. Ketika matahari telah tinggi, utusan beliau datang dengan membawa mereka. Beliau lalu memerintahkan agar mereka dihukum, maka tangan dan kaki mereka dipotong, mata mereka dicongkel lalu mereka dibuang ke padang pasit yang panas. Mereka minta minum namun tidak diberi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Produsen dan pengedar narkoba termasuk yang membuat kerusakan maka hukumannya adalah dibunuh jika dampak kerusakannya sangat besar.

3. Hadits Dulaim Al-Himyari

Ia berkata, “Suatu ketika saya bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, kami berada di suatu tempat yang cuacanya sangat dingin mengerjakan suatu pekerjaan yang berat, kami pun membuat minuman dari gandum ini, untuk menguatkan kita dalam bekerja, dan untuk melawan cuaca dingin di daerah kami.” Beliau bertanya, “Apakah minuman tersebut memabukkan?” Saya jawab, “Iya”. Beliau berkata, “Jauhi minuman tersebut.” Kemudia saya datang lagi dan bertanya seperti itu lagi, maka beliau bertanya, “Apakah minuman tersebut memabukkan?” Saya jawab, “Iya.” Beliau berkata, “Jauhi minuman tersebut.” Saya jawab, “Masyarakat tidak mau meninggalkannya.” Beliau bersabda, “Jika mereka tidak mau meninggalkannya, maka bunuhlah  mereka.” (HR. Ahmad)

Hadits di atas menunjukkan bahwa peminum khamr yang tidak jera boleh dibunuh, apalagi produsen dan pengedarnya. Hukuman itu diberikan karena pada masa Rasulullah sudah berlaku hukum Islam sepenuhnya.

4. Hadits Ibnu Umar Tentang Laknat Allah Kepada Pembuat, Pengedar dan Peminum Khamr

“Allah melaknat khamr, peminumnya, penuangnya, penjualnya, pembelinya, pembuatnya, pemesannya, pengedarnya dan penadahnya.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)

Segela sesuatu yang dilaknat oleh Allah jika hal itu sangat membahayakan bagi kehidupan manusia, maka harus dihilangkan walaupun kadang harus menghilangkan nyawa pelakunya.

5. Islam Memerintahkan Kepada Umatnya Untuk Menjaga Lima Hal Pokok Di Dalam Kehidupan

Lima hal pokok yang perlu manusia jaga adalah agama, jiwa, akal, kehormatan dan harta. Pembuat dan pengedar narkoba telah menghancurkan lima pokok hal tersebut.

6. Keputusan Majelis Dewan Ulama Senior Arab Saudi

Keputusan no: 138 pada sidang le-29 di kota Riyadh tanggal 9/6/1407 H – 20/6/1407 H, yang di antaranya berisi:

“Adapun bagi yang menyelundupkan narkoba maka hukumannya adalah dibunuh. Karena penyelundupan narkoba dan memasukannya ke negara-negara akan menyebabkan kerusakan yang besar. Ini tidak hanya menimpa penyelundup itu sendiri, tetapi juga akan menimpakan kepada umat secara keseluruhan musibah yang sangat berbahaya. Hukuman ini juga berlaku bagi pelaku yang mengimpor atau menadah narkoba dari luar negeri yang darinya akan dipasarkan dalam negeri kepada masyarakat.”

7. Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Ditetapkan pada tanggal 12 Desember 2014 melalui rapat pleno Komisi Fatwa, yang berisi menjatuhkan hukuman ta’zir sampai hukuman mati kepada produsen, bandar dan pengedar narkoba sesuai dengan kadar narkoba yang dimiliki atau diproduksi atau telah beberapa kali terbukti menyalahgunakan narkoba demi kepentingan maslahatan yang lebih besar.

8. Pendapat Ulama

Antara lain Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Syaikh Wahbah az-Zuhaili dalam al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu (7/5595), disebutkan bahwa orang yang kejahatannya di muka bumi tidak dapat dihentikan kecuali dengan dibunuh, maka ia boleh dibunuh.

Itulah tadi pendapat para ulama mengenai hukuman yang pantas bagi produsen, pengedar dan pengguna narkoba. Jelas bahwa narkoba membawa dampak yang buruk bagi manusia, merusak pikiran, akal sehat dan tentu akan menguras harta pemakai narkoba. Bagi produsen dan pengedar mungkin akan mendatangkan kekayaan yang banyak dalam waktu cepat, namun semua itu tidaklah membawa keberkahan.

Di Indonesia sendiri lebih dari 5 juta pengguna narkoba dan 2 juta di antaranya sudah dalam kondisi sangat parah sehingga tidak mungkin untuk direhabilitasi. Menurut catatan juga bahwa Indonesia termasuk negara ke-3 sebagai pengguna narkoba terbesar di dunia, maka hukuman mati yang mulai diterapkan Indonesia sangat pantas bagi produsen dan pengedar narkoba demi menyelematkan bangsa ini. Wallahu’alam.

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan