Isi Surat Ultimatum Abu Bakar Ash-Shiddiq Kepada Kaum Murtad

11,949

BERANIDAKWAH.COM | Isi Surat Ultimatum Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq Kepada Kaum Murtad. Setelah sebelas batalyon dibentuk oleh Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq, para panglima dari setiap batalyon tersebut dibekali dengan sepucuk surat untuk diberikan kepada kaum murtad di daerah masing-masing. Setelah itu, Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq kembali ke Madinah untuk mengurusi umat muslim dan sembari menunggu kabar dari para panglima Islam yang telah beliau tugaskan tersebut.

Sepucuk surat yang telah diberikan oleh setiap panglima ini hendaknya disampaikan kepada kaum murtad, isi dari surat ultimatum tersebut adalah sebagai berikut:

Bismillahirrahmannirrahim

Dari Abu Bakar, Khalifah Rasulullah,

Kepada orang-orang yang menerima surat ini, dari kalangan masyarakat umum maupun orang-orang yang terpandang, baik yang tetap di atas keislamannya maupun yang telah murtad dari Islam.

Keselamatanlah bagi yang mengikuti petunjuk dan tidak kembali kepada kesesatan dan hawa nafsu. Sesungguhnya aku memuji Allah kepada kalian, tiada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi Muhammad adalah hamba Allah dan utusanNya. Kami mengakui syariat yang dibawanya, dan kami mengkafirkan orang yang enggan menerima syariatnya dan akan memerangi mereka.

Amma ba’du,

Sesungguhnya Allah telah mengutus Muhammad dengan kebenaran yang ada di sisiNya kepada seluruh manusia sebagai pembawa berita gembira dan penyampai ancaman, datang sebagai penyeru manusia kepada Allah dengan izinNya, beliau ibarat lentera penyuluh yang membawa berita menakutkan bagi orang yang hidup, dan akan menetapkan hukuman terhadap orang-orang yang kafir.

Allah memberikan petunjuk kepada siapa-siapa yang mengikutinya, sebaliknya Rasulullah akan memerangi siapa-siapa yang berpaling dari agama ini, hingga akhirnya mereka masuk Islam, baik secara suka rela maupun terpaksa.

Kemudian Rasulullah wafat, dan beliau telah menjalankan seluruh perintah Allah, menasihati umatnya, menunaikan seluruh beban yang dipikulnya. Allah telah menerangkan dalam kitabNya yang diturunkan kepada Rasulullah untuk seluruh kaum Muslimin dengan FirmanNya yang berbunyi,

“Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula).” (QS. Az-Zumar: 30)

Allah juga berfirman,

“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?” (QS. Al-Anbiya: 34)

Demikian pula firmanNya,

“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikit pun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Ali Imran: 144)

Maka barangsiapa menyembah Muhammad, ketahuilah bahwa Muhammad telah wafat, dan barangsiapa yang menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah Mahahidup dan tidak akan mati. Dia tidk pernah merasa mengantuk ataupun tertidur, selalu memelihara urusanNya dan akan memberi balasan kepada musuh-musuhNya.

Di sini aku wasiatkan kepada kalian agar selalu bertakwa kepada Allah, dan ganjaran serta bagian kalian adalah dari Allah dan dari apa-apa yang telah dibawah oleh Nabi kalian. Hendaklah kalian berpegang teguh dengan petunjuk Rasulullah dan agama Allah, sesungguhnya siapa saja yang tidak diberi petunjuk oleh Allah pasti akan tersesat, siapa yang tidak ditolong oleh Allah maka pasti dihinakan. Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh selain Allah, maka dia akan tersesat. Allah berfirman,

“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk, dan barangsiapa yang disesatkanNya, maka kamu tidak akan mendapat seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.” (QS. Al-Kahfi: 17)

Allah tidak akan menerima amal apa pun di dunia hingga beriman kepadaNya. Dan Dia tidak akan menerima di akhirat kelak tebusan maupun suapan.

Telah sampai kepadaku berita bahwa di antara kalian ada sekelompok orang yang kembali murtad kepada agama lamanya setelah dia mengakui Islam dan mengamalkannya, karena merasa sombong terhadap Allah, jahil terhadap perintahNya, dan karena mengikuti ajakan setan, Allah berfirman:

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Rabbnya. Patutkah kamu menjadikannya dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain dariKu, sedang mereka adalah musuhmu. Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang dzalim.” (QS. Al-Kahfi: 50)

Allah juga berfirman,

“Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al-Fathir: 6)

Sesungguhnya aku mengutus kepada kalian panglima-panglimaku (………) dengan pasukan yang terdiri dari kaum Muhajirin, Anshar, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Aku telah perintahkan agar mereka tidak menerima dari kalian kecuali iman kepada Allah, dan tidak memerangi kalian hingga mereka mendakwahi musuh terlebih dahulu kepada Allah. Jika orang yang diseru tersebut memenuhi seruan utusanku ini dan mengakui beramal shaleh, maka itulah yang diharapkan darinya dan dia akan dibantu, tetapi jika orang yang didakwahi itu menolak, maka hendaklah dia diperangi hingga dia mau kembali kepada syariat Allah.

Aku pesankan kepada utusanku agar tidak menyisakan mereka sedikitpun yang mampu dijangkaunya, hendaklah mereka dibakar dengan api, dan dibunuh sebenar-benarnya. Kemudian menawan para wanita dan anak-anak mereka, jangan diterima dari seorang pun kecuali kembali kepada Islam. Barangsiapa yang mengikuti mereka, maka itu lebih baik bagi dirinya, tetapi barangsiapa yang tidak mengindahkan ajakan mereka, maka sesungguhnya dia tidak akan dapat melemahkan Allah. Aku telah perintahkan utusanku untuk membacakan surat ultimatum ini di tempat-tempat berkumpul kalian.

Tanda-tanda keislaman kalian adalah dikumandangkannya adzan, maka jika adzan dikumandangkan, mereka tidak akan diperangi, namun jika mereka tidak mengumandangkan adzan, maka mereka akan diserang dengan segera.

Aku pesankan kepada utusanku jika mendengar mereka mengumandangkan adzan, sampaikanlah kepada mereka kewajiban sebagai seorang mukmin, tetapi jik mereka menolak, maka perangilah mereka. Sebaliknya jika mereka menerimanya, itulah yang terbaik buat mereka dan mereka akan diperlakukan sebagaimana mestinya.” (Dikeluarkan oleh ath-Thabari dalam Tarikhnya dari jalan Saif bin Umar, 3/250)

Berikut tadi isi surat ultimatum Khalifah Abu Bakar yang ditujukan kepada mereka yang murtad maupun yang masih beriman kepada Allah dan RasulNya sepeninggal Rasulullah. Keselamatan bagi mereka yang istiqamah di jalan Allah dan diperangi bagi mereka yang menolak ajakan kebenaran.

 

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan