Apakah Jamaah-Jamaah Islam Yang Ada Sekarang Ini Termasuk Kelompok Sesat?

247

BERANIDAKWAH.COM | APAKAH JAMAAH-JAMAAH YANG ADA SEKARANG INI TERMASUK KELOMPOK SESAT?. Ada yang bertanya tentang jamaah Islam yang ada saat ini termasuk firqah-firqah yang menyeru ke neraka Jahannam yang diperintahkan oleh Rasulullah untuk dijauhi, apakah perkatannya benar?

Mereka yang menyeru pada Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya tidaklah termasuk firqah yang sesat, bahkan ia termasuk firqah yang selamat seperti yang disabdakan oleh Rasulullah dalam salah satu hadistnya, yang artinya: “Yahudi berpecah menjadi 71 firqah, Nasrani berpecah ke dalam 72 firqah, dan ummatku akan berpecah ke dalam 73 firqah, semua di neraka kecuali satu firqah,” Lalu ditanyakan, “Siapa mereka (yang selamat), wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Mereka adalah siapa saja yang ada di atas jalan yang sama dengan jalanku dan para sahabatku hari ini.” Dalam lafal lain: “Mereka adalah Al-Jamaah”.

Maknanya: bahwa firqah yang selamat adalah jamaah lurus yang sesuai jalan Rasulullah dan para sahabatnya dalam men-tauhidkan Allah, mentaati perintah-perintah-Nya, menjauhi larangan-larangan-Nya, dan istiqamah atas hal tersebut baik dalam perkataan, perbuatan dan akidah. Mereka itu adalah Ahlul Haq dan mereka ada para penyeru kepada petunjuk, sekalipun mereka tercerai-berai di berbagai pelosok negeri. Mereka ada yang di Jazirah Arab, Syam, Amerika, Mesir, negeri Afrik dan ada pula di Asia. Mereka ada jamaah yang banyak sekali, yang dikenali melalui akidah dan amal-amal mereka. Apabila mereka ada di atas jalan tauhid dan iman pada Allah beserta Rasul-Nya, dan senantiasa istiqamah di atas agama Allah yang dibawa Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah, maka mereka semua adalah Ahlus Sunnah Wal Jamaah, sekalipun mereka berasal dari banyak tempat, tetapi di akhir zaman mereka sedikit sekali.

Alhasil, kaidahnya adalah keistiqamahan mereka di atas kebenaran. Jika ditemukan seseorang atau jamaah yang mengajak kepada Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, dan mengajak kepada mentauhidkan Allah dan mengikuti syariat-Nya, maka mereka semua itu Al-Jamaah, dan mereka termasuk firqah najiyyah. Adapun mereka yang menyeru kepada selain Kitabullah, atau kepada selain Sunnah Rasulullah, maka mereka itu bukan termasuk Al-Jamaah, bahkan termasuk firqah yang sesat dan binasa. Karena firqah najiyyah adalah penyeru kepada Al-Kitab dan As-Sunnah, sekalipun mereka adalah jamaah di sini atau jamaah di sana, sepanjang tujuan dan akidah mereka satu. Maka tidak masalah bahwa yang ini bernama Ansharus-Sunnah, dan yang ini bernama Al-Ikhwan Al-Muslimun, dan yang itu bernama anu, yang penting akidah dan amal mereka.

Jika mereka istiqamah di atas kebenaran dan mentauhidkan Allahm ikhlas kepada-Nya, mengikuti Rasulullah dalam perkataan, perbuatan dan akidah maka nama apa pun tidak menjadi masalah. Tetapi wajib bagi mereka bertaqwa kepada Allah dan benar (jujur) dalam ketakwaannya. Jika ada jamaah atau seseorang ada yang salah dalam sesuatu masalah maka wajib bagi ahlul ‘ilmi untuk memperingatkan dan menasihatinya untuk mengikuti kebenaran jika dalihnya sudah jelas.

Yang dimaksud adalah wajib bagi mereka tolong-menolong dalam kebaikan dan taqwa serta mengatasi masalah kita dengan ilmu, hikmah dan dengan uslub yang baik. Barangsiapa di antara jamaah-jamaah ini atau selain mereka ada yang salah dalam masalah akidah atau dalam apa yang diwajibkan Allah atau dalam hal yang diharamkan Allah maka hendaklah diperingatkan dengan dalil-dalil syar’i dan dengan cara yang berlemah-lembut, bijaksana, dan uslub yang baik hingga mereka tunduk kepada kebenaran, mau menerimanya dan mengamalkannya. Inilah yang wajib bagi semua orang Islam untuk tolong-menolong dalam kebaikan dan taqwa, untuk saling menasihati di antara mereka dan agar tidak saling menelantarkan (menggembosi) sehingga mereka menjadi sasaran empuk serangan musuh-musuh Islam.

Sumber: Majmu Fatawa wa Al-Muqalat Al-Mutanawwi’ah li Samahah Asy-Syaikh Al-‘Allamah ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz, VIII/181

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan