Jangan Kau Jual Ayat-Ayat Allah Dengan Harga Murah

1,076,701

BERANIDAKWAH.COM | Jangan Kau Jual Ayat-Ayat Allah Dengan Harga Murah. Dari ragam sikap manusia terhadap al-Qur’an, mulai dari yang menerima sampai menolak, perbuatan ini yang paling buruk, yaitu dengan menjual ayat Allah dengan harga yang murah. Maksud dari hal ini adalah menjual hidayah yang diberikan Allah dengan kesesatan, bukan menjual mushaf al-Qur’an dengan nilai rupiah. Karena hidayah hanya bisa didapatkan dari ayat-ayat Allah dan atas kehendak-Nya.

Alah berfirman,

“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa-apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al-Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah) mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada Hari Kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.” (QS. Al-Baqarah : 174)

Didalam al-Qur’an, larangan menjual ayat Allah disebutkan di beberapa ayat dengan penekanan dan konteks yang berbeda. Hanya saja makna umumnya tetap sama, yaitu hidayah ditukar dengan kesesatan.

Pada ayat 9 dalam surat At-Taubah, yang dikatakan menjual ayat Allah adalah orang musyrik. Mereka memilih kemusyrikan dan kenikmatan dunia daripada ayat-ayat Allah yang disampaikan Nabi Muhammad. Al Imam Ibnu Katsir berkata,’’Allah mencela orang-orang musyrik dan disisi lain memuji orang beriman dengan ayat ini. Orang-orang musyrik lebih memilih meninggalkan ayat-ayat Allah daripada harus meninggalkan apa yang mereka senangi dari urusan dunia. (Tafsir Ibnu Katsir IV/116)

Adapun yang terdapat dalam ayat 174, surat Al-Baqarah lebih mengarah pada orang-orang Yahudi. Mereka disebut menjual ayat Allah dengan harga murah karena menutupi kebenaran risalah Nabi Muhammad. Padahal dalam kitab Taurat, petunjuk mengenai kedatangan Muhammad tidaklah sedikit dan keterangannya sangat jelas. Namun mereka tetap menyembunyikan hal tersebut lantaran karena takut kehilangan posisi di mata bangsa Arab.

Di era zaman ini tentunya kita tidak asing lagi dengan orang-orang yang kerjaannya memanipulasi makna ayat dan merusak pemahaman umat. Biasanya motif yang mendasari hal tersebut bukan lain adalah uang. Mereka yang mendapat suntikan dana besar dari orang-orang kafir guna melaksanakan mega proyek berupa dekontruksi (perusakan) akidah umat dengan  menyebarkan paham liberalisme, pluralisme dan isme-isme lain. Tujuannya hanya untuk mendangkalkan pemahaman umat tentang akidah mereka sendiri.

Di zaman yang penuh fitnah ini umat islam harus jeli dan waspada terhadap orang-orang yang kelihatannya dapat dipercaya namun menyebarkan yang bukan berasal dari petunjuk Allah. Dari Abu Hurairah RA, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Akan keluar di akhir zaman orang-orang yang mencari keuntungan dunia dengan menjual agama. Mereka berpakaian di hadapan orang lain dengan pakaian yang dibuat dari kulit kambing (berpura-pura zuhud pada dunia) untuk mendapat simpati orang banyak, dan perkataan mereka lebih manis dari gula. Padahal hati mereka adalah hati serigala. Allah berfirman kepada mereka,’’Apakah kamu tertipu dengan kelembutan-Ku? Ataukah kamu terlalu berani berbohong kepada-Ku? Demi kebesaran-Ku, Aku bersumpah akan menurunkan suatu fitah yang akan terjadi dikalangan mereka sendiri, sehingga orang yang alim pun akan menjadi bingung (dengan sebab fitnah itu).” (HR. Tirmizi)

Na’udzubillah, semoga Allah selalu melindungi kita dari fitnah orang-orang semacam ini. Sekali lagi bahwa Hidayah itu mahal, tidak sedikit orang yang mencari hidayah dari Allah dengan perjuangan yang berat. Oleh karena itu jangan hanya tergiur kesenangan fiktif dunia, kita gadaikan iman kita kepada syaitan. Kokohkan iman dengan al-Qur’an.

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan