Bobrok Dan Rusaknya Akhlak Manusia Karena Melalaikan Shalat

121,947

BERANIDAKWAH.COM | Bobrok Dan Rusaknya Akhlak Manusia Karena Melalaikan Shalat. Menurut syahwat (ittiba’us syahwat) merupakan pangkal keburukan. Bobroknya negara karena korupsi, kebijakan yang merugikan rakyat, terjadinya dekadensi moral berupa maraknya zina dan rusaknya akhlak, banyaknya tindak kriminal seperti begal, jambret, dan premanisme, semua itu ada buah dari penyakit ittiba’us syahwat.

Mengapa manusia, semakin hari semakin taat pada syahwatnya? Dr. Ahmad Isa al Mi’sharawi (Ketua Lajnah Tashih al Qur’an, Univ. Al Azhar, Mesir) mengkaitkan benang merah antara “mengikuti syahwat” dengan “melalaikan shalat”. Beliau melandaskan pada dalil al-Qur’an:

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyianyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan…” (QS. Maryam: 59-60)

Manakala Allah meletakkan dua hal ini dalam satu ayat, tentu kita patut merenung, ada korelasi apakah antara keduanya?

Kita runut dari makna melalaikan shalat. Secara ringkas, menurut para mufassirin, melalaikan shalat memiliki 4 cakupan makna: pertama, mengerjakan shalat tidak pada waktunya alias menunda-nunda hingga habis waktunya. Kedua, melalaikan rukun dan syaratnya, tidak thuma’ninah, tidak sempurna wudhunya, tidak memperhatikan hal-hal yang membatalkan, dll. Ketiga, tidak khusyu (pikiran dan hati memikirkan duna saat shalat). Keempat, menurut Ibnu Abbas, melalaikan shalat adalah tidak melaksanakannya shalat lima waktu secara berjamaah di masjid.

Adapun yang mengikuti syahwat adalah kondisi hati manusia yang lebih menuruti dan lebih taat pada nafsunya daripada iman, nurani dan bahkan akalnya. Hati lebih ringan dan senang menyenangkan nafsunya daripada tunduk pada aturan-Nya. Selalu mendahulukan kepentingan nafsu saat keinginan nafsu bertabrakan dengan tuntutan nurani dan akal sehat. Hidupnya menjadi budak nafsu syahwat dan mengesampingkan yang lain. Sekarang perincian dari keempat cakupan makna tadi

Pertama, melalaikan shalat yang bermakna “menunda hingga habis waktunya”

Dalam hal ini, shalat tidak menjadi prioritas. Pelaksanaannya ditunda sampai waktunya habis. Mengapa ditunda? Tentu karena menurut pada hawa nafsu, ada kegiatan lain yang bersifat duniawi yang lebih menyenangkan untuk dilakukan ketimbang melaksanakan shalat.

Artinya aktivitas “menghadap Allah” dianggap sebagai aktivitas yang masih bisa ditunda atau dianggap tidak lebih menyenangkan daripada aktivitas lain. Ibadah yang mempertemukan manusia dengan penciptanya ini dinomorduakan dan dikerjakan setelah pekerjaan yang lebih dianggap lebih mendesak atau lebih menyenangkan selesai terlebih dahulu.

Kedua, melalaikan rukun dan syarat shalat (tidak sempurna)

Meremehkan rukun dan syarat shalat adalah sebuah keburukan nyata, andaikata seseorang menganggap bahwa shalat adalah kegiatan penting dan berarti dalam hidupnya, tentu saja tidak akan dikerakan ala kadarnya. Seperti seorang pengantin yang tak akan membiarkan sedikitpun ada kesalahan dalam acara pernikahannya atau seorang presenter yang akan selalu menyempurnakan presentasinya.

Jika shalat saja sudah dianggap tidak penting hingga bisa mengerjakannya asal-asalan, lantas apakah yang penting? Dan siapa yang ia jadikan panutan untuk menentukan mana yang lebih penting dan mana yang tidak? Padahal menurut firman Allah, shalat adalah hal yang penting, paling inti, penentu amal dan oleh itu yang akan di hisab pertama kali kelak pada hari kiamat.

Dari Abu Hurairah, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan,’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.” (HR. Abu Daud)

Ketiga, tidak khusyu

Urusan apa yang mampu merampas pikiran dan hatinya hingga tak mampu sedikitpun berkonsentrasi pada bacaan dalam shalat yang mungkin pengerjaannya hanya 5-10 menit? Kepada siapa pikirannya taat hingga menguntitnya kemanapun ia melayang?

Tentu saja jawabannya adalah Nafsu. Karena ketika pikiran dan hati manusia tak lagi mengikuti syariat, kepada bisikan nafsulah ia akan taat.

Keempat, tidak berjamaah di masjid

Mengenai korelasi, hal ini terkait dengan makna yang kedua, tidak mengerjakan secara sempurna. Shalat wajib akan sempurna jika dikerjakan secara berjamaah di masjid (bagi laki-laki). Karena berjamaah berarti melaksanakan shalat tepat pada waktu atau bahwa mengerjakan di awal waktu (shalat sunnah).

Dari sini jelas bahwa melalaikan shalat memang akan menjadikan seseorang menjadi pengikut syahwat. Ia tidak lagi mementingkan Allah dan lebih mementingkan kesenangan dunia yang sebenarnya tidaklah abadi. Tak heran jika setan sangat suka menggoda manusia untuk melalaikan shalatnya. Untuk membuatnya menunda shalat shubuh, setan memasang tiga buah tali dan bisikan-bisikan yang akan meninabobokan seseorang hingga terlambat bangun.

Bisikan-bisikan setang seperti waktu masih panjang, kamu lelah karena tadi malam lembur jadi wajarlah jika terlambat bangun, hawa terlalu dingin pasanglah selimut kembali, masih adzan shubuh belum iqomat, dan bisikan-bisikan lain yang melalaikan dia dari shalat shubuh, begitu juga dengan shalat wajib lainnya.

Mengapa usaha setan sedemikian gencarnya dalam mengalihkan manusia dari shalat? Karena dengan rusaknya shalat adalah kunci utama untuk membuat manusia tunduk pada syahwatnya. Dan ketika manusia sudah tunduk pada syahwatnya, setan akan menjadi nahkoda terbaik untuk hidupnya. Bahwa kelak pada hari kiamat setan ataupun iblis tidak akan mampu menjadi penolong karena mereka juga tidak mampu menolong mereka sendiri. Semoga Allah selalu memberikan kemudahan dan keistiqamahan kepada kita untuk segera melaksanakan perintah-perintah Allah. Aamiin.

No Comments
  1. Anonymous says

    Visitor Rating: 3 Stars

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan