Nikmat dan Kengerian Di Alam Barzakh

113,144

BERANIDAKWAH.COM | Nikmat Dan Kengerian Di Alam Barzakh. Setiap yang bernyawa pasti akan mati, dan setiap orang akan menanggung bebannya sendiri-sendiri sesuai dengan amalan yang telah ia perbuat semasa hidup di dunia. Dan itu akan menentukan apakah ia akan di neraka atau surga.

Kubur adalah salah satu taman surga atau salah satu jurang neraka

Imam at Tirmidzi dan at Thabrani meriwayatkan hadits dengan matan yang berbunyi nyaris sama dengan bunyi matan di atas. Hanya keduanya adalah  hadits yang dhaif. Meskipun diriwayatkan dari dua jalur yang berbeda, keduanya tidak bisa saling menguatkan. Demikian dinyatakan oleh para pakar hadits. Oleh karena itulah makna matan di atas di pahami dengan: di alam kubur orang-orang yang bertakwa akan mendapatkan nikmat kubur, sedangkan para pelaku maksiat dan orang-orang kafir akan mendapatkan siksa kubur.

Nikmat Kubur

Dari hadits-hadits shahih yang didapat keterangan bahwa orang-orang yang bertakwa akan mendapatkan nikmat kubur berupa diberi pembaringan dari surga, pakai dari surga, wewangian dari surga, dibukakan baginya pintu dari surga sehingga ia dapat memandang tempatnya di surga kelak, kuburnya dilapangkan sejauh 70 hasta dan penuh nuansa hijau, dan ruhnya mendapatkan tempat yang mulia di surga sampai hari Kiamat.

Allah membedakan tempat ruh orang-orang bertakwa ini sebagai berikut:

  1. Ruh para nabi menempati posisi tertinggi, yakni di ‘illyyin tertinggi di rafiq a’la. Aisyah telah mendengar di penghujung usianya Rasulullah memohon, “Ya Allah, (aku meminta) rafiq a’la.” (HR. Bukhari)
  2. Ruh para syuhada berada dalam rongga burung hijau yang memiliki lentera yang tergantung pada ‘Arasy, ia menikmati surga sekehendaknya kemudian singgah pada lentera itu. Demikian sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim.
  3. Ruh orang-orang beriman yang shalih. Ruh mereka akan menjelma sebagai burung-burung yang bertengger di pepohonan surga. Rasulullah bersabda, “Hanyasanya ruh seorang muslim akan   menjelma sebagai burung yang bertengger di pepohonan surga sehingga Allah  mengembalikannya ke jasadnya pada hari Kiamat.” (Hadist ini dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani)

Perbedaan antara ruh orang-orang beriman dengan ruh para syuhada adalah ruh para syuhada berada dalam tembolok burung-burung hijau yang menikmati taman surga dengan berpindah-pindah dan akhirnya singgah pada lentera yang tergantung di ‘Arasy, sedangkan ruh orang-orang beriman berada dalam rongga burung-burung yang menikmati buah-buahan surga namun ia tidak berpindah-pindah ke berbagai bagaiannya.

Azab Kubur

Azab yang ditampakkan kepada orang-orang beriman yang bermaksiat berbeda antara satu dengan yang lainnya. Ada yang dimaafkan oleh Allah sehingga tidak diazab di kuburnya, ada yang dosa-dosanya kecil sehingga diazab sesuai dengan kadar dosanya lalu azab diangkat darinya, ada yang azabnya dihentikan atai diangkat karena doa, sedekah, istighfar, pahala haji, atau amal kebaikan lain yang diberika oleh orang lain kepadanya, ada yang dosa-dosanya besar sehingga azab berkelanjutan sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah,

“Ketika seorang memanjangkan sarungnya dengan sombong, ia ditelan bumi, dan ia pun meronta-ronta di dalam bumi sampai hari Kiamat.” (HR. Bukhari)

Sedangkan orang kafir dan munafik, azabnya pasti berkelanjutan sampai hari Kiamat tidak berhenti. Dalilnya adalah firman Allah,

“Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat.” (Dikatakan kepada Malaikat), ‘Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras!’.” (QS. Al-Mukmin: 46)

Dan dalam hadits Bara’ bin ‘Azib tentang orang kafir, “Kemudian dibukakan baginya pintu ke neraka sehingga ia melihat tempat duduknya di dalamnya sampai hari Kiamat.”

Sedangkan mengenai firman Allah, “Duhai celaka kita! Siapa yang membangkitkan kita dari tempat tidur kita?” (QS. Yasin: 52), para ulama berkata, “Orang-orang kafir itu apabila melihat Jahanam dan berbagai siksaannya, azab kubur (yang telah dirasakannya) bagaikan (mimpi dalam) tidur.”

Tentang ayat ini Syaikh asy-Syanqithi berkata, “Setelah diteliti, ini adalah ucapan orang-orang kafir ketika dibangkitkan. Ayat ini menerangkan bahwa mereka tidur sejenak sebelum dibangkitkan, sebagaimana dikatakan oleh tidak hanya seorang ulama. Ketika mereka dibangkitkan sebagai orang-orang yang hidup setelah tidur yang merupakan tidur kematian, orang-orang yang diberi ilmu dan iman berkata, ‘Inilah yang dijanjikan oleh Ar-Rahman dan benarlah para utusan itu.’ Maknanya, ini adalah kebangkitan setelah kematian.”

Abu Hurairah menyatakan bahwa Rasulullah bersabda, “Waktu di antara dua tiupan sangkakala adalah 40.” Mereka yang hadir bertanya, “Wahai Abu Hurairah, 40 hari?” Abu Hurairah berkata, “Saya tidak bisa menjawab.” Mereka bertanya lagi, “40 bulan?” Abu Hurairah berkata, “Saya tidak bisa menjawab.” Mereka bertanya lagi, “40 bulan?” Abu Hurairah berkata, “Saya tidak bisa menjawab.” Mereka bertanya lagi, “40 tahun?” Abu Hurairah berkata, “Saya tidak bisa menjawab.” Lantas Abu Hurairah melanjutkan periwayatannya, “Kemudian Allah menurunkan air dari langit sehingga manusia tumbuh seperti tumbuhnya sayuran.” Rasul melanjutkan, “Seluruh bagian tubuh manusia telah hancur kecuali satu tulang saja, yaitu tulang ekor dan darinya akan di mulai penciptaan pada hari kiamat.” (HR. Muslim)

Sebab-Sebab Azab Kubur

Para ahli maksiat dan orang-orang kafir diazab kubur lantaran kejahilan mereka kepada Allah, kelalaian terhadap perintah-Nya dan kemaksiatan yang mereka lakukan. Allah tidak akan mengazab ruh yang bermakrifah kepadaNya, mencintaiNya, melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Allah pun tidak akan mengazab tubuh yang memiliki ruh seperti itu selamanya. Azab kubur dan azab akhirat adalah dampak dari kemarahan dan kemurkaan Allah kepada hambaNya.

Barangsiapa yang membuat Allah marah dan murka di dunia ini, lalu tidak bertaubat dan meninggal dalam keadaan seperti itu, ia akan mendapatkan azab barzakh sekedar dengan murka dan marah Allah kepadanya. Ada yang sedikit, ada pula yang banyak, ada yang membenarkan, ada pula yang mendustakan. Ini adalah penjelasan secara luas/ global.

Sedangkan secara rinci, Nabi sudah mengabarkan bahwa ada dua orang yang beliau lihat sedang diazab di kubur masing-masing. Yang satu karena suka mengadu domba sedangkan yang lain karena tidak bersuci setelah buang air kecil. Azab kubur ditimpakan atas dosa hati, mata, telinga, mulut, lidah, perut, kemaluan, tangan, kaki, dan seluruh badan.

Daftar rincian perbuatan dosa yang mendapat azab kubur

  1. Pengadu domba
  2. Pendusta
  3. Penggunjing
  4. pemberi sumpah palsu
  5. Penuduh orang-orang baik sebagai pezina
  6. Penyeru kepada bid’ah
  7. Pendusta atas nama Allah dan Rasulullah tanpa ilmu
  8. Pembicara sembarangan, pemakan riba
  9. Pemakan harta anak yatim secara zalim
  10. Pemakan uang suap
  11. Pemakan harta saudara muslim tanpa alasan yang dibenarkan
  12. Pemakan harta orang kafir yang terikat perjanjian aman
  13. Peminum minuman memabukkan
  14. Produsen, pengedar dan pemakai narkoba
  15. Pezina
  16. Pencuri
  17. Pengkhianat
  18. Pembuat Makar
  19. Pengambil, pemberi, penulis dan dua orang saksi untuk transaksi riba
  20. Orang yang menikah dengan niatan agar istrinya dapat dinikahi bekas suaminya
  21. Orang yang menyuruh orang lain menikahi bekas istrinya agar ia dapat menikah lagi dengannya
  22. Orang yang berkilah agar dapat meninggalkan kewajiban dan melanggar yang diharamkan Allah
  23. Orang yang menyakiti sesama muslim
  24. Orang yang suka mencari aib sesama muslim
  25. Hakim yang memutuskan dengan selain yang diturunkan Allah
  26. Orang yang menolong orang lain berbuat dosa dan permusuhan
  27. Orang yang membunuh jiwa yang diharamkan Allah
  28. Orang yang menihilkan suatu kehormatan Allah
  29. Orang yang menegasikan hakikat nama dan sifat Allah
  30. Orang yang mendahulukan pikiran, perasaan dan siasatnya daripada sunnah Rasulullah
  31. Orang yang meratap dan rela mendengar ratapan
  32. Orang-orang yang menyanyikan lagu-lagu yang diharamkan Allah dan Rasulullah serta yang mendengarnya
  33. Orang yang membangun masjid di atas kuburan
  34. Orang-orang yang menyalakan lampu dan pelita di atas kuburan
  35. Orang yang mengurangi takaran timbangan dan meminta lebih saat dilayani
  36. Orang-orang yang bengis
  37. Orang-orang yang sombong
  38. Orang-orang yang riya’
  39. Orang-orang yang suka mencaci maki
  40. Orang-orang yang suka mencela
  41. Orang-orang yang mencela kaum salaf
  42. Orang-orang yang mendatangi dukun, ahli nujum dan peramal untuk ditanyai dan dipercaya
  43. Orang-orang yang bangga dengan kemaksiatannya dan terang-terang melakukannya
  44. Orang-orang yang tidak dipercaya dalam urusan harta dan kehormatan
  45. Orang-orang yang lisannya kotor dan kasar dalam berbicara
  46. Orang-orang yang suka menunda-nunda shalat sampai waktu akhir yang kemudian mengerjakannya secara kilat/ cepat

Itulah gambaran orang-orang yang akan mendapat azab kubur yang sebagaimana disebutkan oleh Ibnul Qayyim dalam kitab ar-Ruh. Wallahua’lam

Baca juga yuk ulasan dibawah ini:

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan