Khutbah Jumat: Bentengi Umat Dari Perdukunan

949

BERANIDAKWAH.COM | Tema khutbah jumat pada kesempatan kali ini adalah tentang cara membentengi umat Islam dari perdukunan. Semoga bermanfaat dan jazakallah khair.

KHUTBAH PERTAMA

Jamaah shalat jumat rahimakumullah!

Pada kesempatan yang penuh barakah ini, kami wasiatkan kepada diri kami sendiri juga kepada segenap jamaah kaum muslimin agar senantiasa bertaqwa kepada Allah Ta’ala dengan sebenar-benar taqwa. Dengan melakukan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Hanya dengan bekal taqwalah Allah akan memberikan keselamatan di dunia maupun di akhirat kelak, insyaAllah.

Jamaah shalat jumat rahimakumullah!

Maraknya dunia perdukunan di negeri ini menjadi sebuah fenomena yang amat menyedihkan. Bila kita lihat tayangan TV, berita di koran dan berbagai media lainnya sering mendapati hal-hal yang berbau dengan syirik ini, contoh yang paling sering seperti sms ramalan bintang atau ramalan masa depan. Tanpa rasa malu para dukun mempromosikan tipu dayanya, bahkan ada salah satu stasiun TV menampilkan parade perlombaan sesama dukun. Mana yang lebih kuat, dialah yang menang.

Tak hanya itu saja, konsultasi-konsultasi di buka di berbagai media. Mulai dari televisi, radio, koran, surat kabar dan media internet. Semua berdalih dan berjanji dapat menyelesaikan seluruh masalah pasiennya.

Gejala lari ke dukun, paranormal atau masyarakat Indonesia mengenal sebagai “orang pintar” kini semakin mengakar kuat di setiap lini masyarakat. Entah berapa banyak pejabat, pengusaha, kalangan profesional, intelektual sampai rakyat biasa telah menjadi konsumen atau pelanggan jasa perdukunan. Kondisi ini merupakan lahan subur bagi dunia perdukunan dan paranormal. Mereka kian gencar beriklan tentang kemampuan dan kesaktiannya yang disertai gelar atau nama yang aneh, berbagu magic atau terkadang nyleneh.

Kenapa dunia perdukunan semakin subur?

Ironisnnya ini terjadi di masyarakat yang mengaku religius dan agamis. Dan bila kita amati kehidupan di tengan masyarakat maka kita sering mendapati penyakit TBC, yaitu tahayul dengan hal-hal mistik, bid’ah dan khurafat. Itulah sederet fenomena keganjilan dalam keyakinan yang ada di tengah masyarakat muslimin di mana kita berada di dalamnya.

Para dukun dan paranormal tidak mempunyai kelebihan melainkan dengan cara berbakti, tunduk dan beribadah kepada jin dan setan. Kungkum (berendam) di tempuran (pertemuan dua sungai), tapa (meditasi) di gua-gua, puasa bid’ah, menyembelih hewan dengan kriteria tertentu adalah sebagian bentuk dari penyembahan kepada jin. Bahkan dengan kedok pengobatan alternatif, pengisian ilmu kesaktian, susuk, azimat, wafak, pengasihan, penglaris dan lainnya dalam bentuk pratiknya banyak menggunakan jin dan setan. Setiap praktik dukun atau paranormal yang menggunakan syarat, mahar, perantara dan mantera pantas dicurigai. Lewat syarat itulah, apakah namanya susuk atau azimat, jin masuk dengan cara yang disadari atau tidak disadari.

Pergi ke dukun atau paranormal adalah awal dari rentetan kesusahan. Menyelesaikan masalah dengan menambah masalah. Jin dan setan akan terus menanamkan rasa takut, gelisah dan ketergantungan bagi para konsumen dan pengguna jasanya, yang menyebabkan tak akan lepas dari pengaruhnya. Syarat-syarat yang beraneka ragam, dari yang tidak rutin atau rutin dikerjakan pada waktu atau tempat tertentu. Itulah bukti nyata kekuasaan jin atas konsumennya. Dengan itulah mereka akan tambah terikat dengan jin dan bersamaan dengan itu hilanglah keterikatan dia dengan Allah Ta’ala.

Allah berfirman:

QS. Jin Ayat 6

Artinya: “Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.”

Rasulullah juga melarang keras untuk mendatangi dukun, sebagaimana sabdanya:

Artinya: Dari Abu Hurairah dan Hasan, Rasulullah bersanda, “Barangsiapa mendatangi dukun atau tukang ramal kemudian membenarkan apa yang ia katakan, maka ia telah mengkufuri dengan apa-apa yang telah diturunkan atas Muhammad.” (HR. Ahmad)

Jamaah shalat jumat rahimakumullah!

Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang lari ke dukun, dan semaraknya dunia perdukunan. Di antara faktor-faktor tersebut antara lain:

Pertama, lemah iman dan kurangnya pemahaman agama

Lemah iman dan kurangnya keyakinan bahwa Allah Ta’ala adalah tempat meminta segala keperluan adalah faktor utama bagi seseorang untuk mencari alternatif lain untuk menyelesaikan masalah hidup. Meminta pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat merupakan solusi Islami dan tepat untuk menyelesaikan masalah. Allah berfirman,

QS. Al Baqarah Ayat 153

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Kedua, membungkus dunia perdukunan dengan agama

“Kami tak melakukan apa-apa, hanya berdoa kepada Allah. Dan atas izin-Nya doa kami terkabul,” tutur seorang paranormal di sebuah media. Ungkapan di atas dan semisalnya adalah ucapan klise yang sering keluar dari mulut dukun. Mereka berlindung di balik kata “doa” dan nama “Allah” untuk mengelabui orang dan menyakinkan bahwa kemampuan yang dimilikinya itu adalah pemberian dari Allah dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Untuk membantah kerancuan ini, mari perhatikan firman Allah berikut:

QS. As Sad Ayat 82

Artinya: “Iblis menjawab, ‘Demi kekuasaan (izzah) Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya’.”

Iblis adalah mkhluk yang telah nyata kekafirannya kepada Allah menggunakan sifat Allah (izzah) dalam bersumpah. Maka bukan suatu hal aneh jika dukun dan paranormal menggunakan nama Allah, membaca (potongan) ayat-ayat al-Qur’an sebagai mantera.

Penggunaan simbol-simbol agama bukan ukuran kebenaran! Bukankah Iblis yang menggunakan sifat Allah ketika bersumpah tidak menjadi pembenaran bahwa dia sesungguhnya tidak sesat dan menyesatkan. Selain itu, mereka mengatakan bahwa ilmu yang diberikan berdasar pada agama (Al-Qur’an), tapi pada saat yang sama mereka juga memberikan syarat, azimat, dan amalan-amalan yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Ketiga, ajaran sufisme

Ajaran sufisme mempunyai andil dalam memupuk mistikisme. Lipstik agama yang membungkus ritual sufisme banyak mengelabui umat. Cerita-cerita mistik tentang hal-hal ghaib.

Keempat, animisme, dinamisme dan sinkretisme

Kepercayaan masyarakat yang suka mistik adalah sisa-sisa pengaruh dari ajaran animisme (kepercayaan kepada ruh-ruh), dinamisme (kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai kekuatan yang dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia), dan sinkretisme yang mencampuradukkan ajaran-ajaran agama untuk mencari penyesuaian. (Prof. Kusnaka Adimihardja)

Jamaah shalat jumat rahimakumullah!

Lalu adakah yang salah dengan semua fenomena itu? Dengarkan firman Allah Ta’ala:

QS. An An'am Ayat 82

Artinya: “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukan iman mereka dengan kedzaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapati petunjuk.”

Dua jaminan dari Allah Ta’ala kepada orang-orang yang beriman dan juga kepada masyarakat muslim atau bahkan kepada umat manusia.

  1. Jaminan keamanan dan stabilitas. Rasa aman dan stabilitas yang sangat di dambakan oleh setiap orang adalah aman secara ekonomi dan aman secara politik. Rasa aman secara fisik atau psikis.
  2. Jaminan petunjuk dan tidk ada kebahagiaan yang paling didambakan oleh seorang hamba selain ia mendapat petunjuk. Petunjuk dari kesesatan, petunjuk jalan keluar dari berbagai problematika dan kesusahan. Tapi dengan syarat tidak mencampur adukan antara iman dengan kesyirikan.

Disinilah perjuangan Rasulullah selama 23 tahun, juga Nabi Ibrahim dan seluruh anbiya’. Karena bila kemurnian akidah ini tidak terjaga, dampaknya sangat fatal. Dalam hadits qudsi:

Artinya: “Aku biarkan kalian dengan apa yang kalian persekutukan dengan-Ku.”

Apakah problem yang mendera umat saat ini yang tak kunjung terselesaikan, datang silih berganti, dari masalah ke masalah? Tidak lain dan tidak bukan disebabkan karena banyaknya fenomena kesyirikan yang dilakukan oleh sebagian kita.

Kalau kita runtut kehancuran umat terdahulu adalah manakala mereka secara keyakinan tidak mau percaya dengan kebenaran yang di sampaikan oleh para Nabi yang di utus Allah di tengah-tengah mereka, dan secara perilaku mereka bahkan memusuhinya.

QS. Al A'raf Ayat 165

Artinya: “Maka tatkala mereka melupakan yang yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang ang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.”

Jamaah shalat jumat rahimakumullah!

Demikian khutbah jumat yang kami sampaikan, kurang lebihnya saya minta maaf. Kalau ada benarnya datangnya dari Allah Ta’ala dan jika ada salah kata datangnya dari saya karena bisikan setan.

KHUTBAH KEDUA

Jamaah shalat jumat rahimakumullah!

Dalam khutbah kedua ini kita berusaha mencari solusi dari masalah tersebut. Lalu apa yang harus kita lakukan untuk membentengi akidah kita dari segala bentuk kesyirikan?

  • Pahamilan janji Allah Ta’ala bagi orang yang bersih akidahnya
  • Pahamilah bahaya dari syirik
  • Kokohkan iman kita dengan amal shalih
  • Tambah terus keilmuan Islam kita, karena sebagaimana kita berfiri, itulah cara hidup kita. Kalau apa yang ada di pikiran kita jernih, maka hidup kita bersih. Sebaliknya bila yang ada di pikiran kita adalah hal-hal yang mistik maka pola hidup kita juga bersifat mistis.

Takhayul, sihir, dan adu nasib memiliki lahan yang cocok untuk berkembang dan tersebar pada lingkungan-lingkungan dan masyarakat-masyarkat yang lemah akidahnya serta jauh dari ilmu din. Gelombang sihir, takhayul dan gejala-gejala sosial yang sakit dan ganjil disebabkan oleh jauhnya manusia dari Allah, serta keterikatan dan ambisi mereka terhadap dunia dan kenikmatan-kenikmatan materinya.

Kembali ke agama adalah jalan pertama dan terakhir agar terhindar dari dunia perdukunan yang penuh kesesatan dan kebohongan. Demikianlah pengingat singkat ini khatib sampaikan, semoga kita senantiasa mampu menjaga kesucian akidah kita. Aamiin.

 

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan