Makhluk Allah Yang Disebut Rasulullah Setan

81,101

BERANIDAKWAH.COM | 5 Makhluk Allah Yang Disebut Rasulullah Setan. Bukan, yang dimaksud judul di atas bukanlah hantu atau penampakan yang mungkin tergambarkan di pikiran Anda yaitu berupa kuntilanak, pocong, Genderuwo, dan sejenisnya. Setan memang bisa menampakkan diri di hadapan manusia dalam wujud yang menakutkan. Tapi yang akan kita bahas adalah makhluk-makhluk kasat mata yang Nabi shallallahu’alaihi wa sallam menyebutnya “setan”.

Pertama, Anjing Hitam

Dari Abu Dzar, Rasulullah bersabda, “Jika salah seorang dari kalian berdiri shalat, jika di depannya terdapat benda setinggi sandaran pengendara unta (+- 50cm), maka itulah pembatasnya. Jika pembatas itu tidak ada, shalatnya akan terpotong oleh keledai, wanita dan anjing hitam yang lewat.” Perawi berkata, “Wahai Abu Dzar, apa bedanya anjing hitam dengan yang merah atau kuning?” Abu Dzar berkata, “Wahai putra saudaraku, aku bertanya kepada Rasulullah seperti pertanyaanmu kepadaku, beliau menjawabnya,“Anjing hitam adalah setan.” (HR. Muslim)

Di dalam kitab Aunul Ma’bud (2/225) disebutkan, setan kadangkala menjelma menjadi anjing hitam. Ada juga yang mengatakan, disebut setan karena yang hitam lebih berbahaya. Sedang di dalam kitab Tahfatul Adwadzi (4/136) dijelaskan, anjing hitam biasanya anjing yang buruk dan tidak banyak bermanfaat.

Imam Ahmad bukan menganggap binatang hasil buruan ajing hitam tidak boleh dimakan. Namun, meskipun anjing hitam disebut setan, tapi jika tidak berbahaya tidak dianjurkan untuk membunuhnya.

Adapun yang dimaksud “terpotong” dalam hadits tersebut bukanlah batal dalam arti harus mengulang, tapi berkurangnya nilai shalat karena gangguan yang mengurangi kekhusyuan. (Tuhfatul Ahwadzi 1/371)

Kedua, Ular

Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya di kota Madinah terdapat jin-jin yang sudah masuk Islam. Jika kalian melihat salah satu dari mereka, maka berikanlah ia ijin tiga hari. Jika dia masih terlihat setelah itu, maka bunuhlah karena dia adalah setan.” (HR. Muslim)

Hadits di atas sebenarnya adalah bagian akhir dari hadits yang menceritakan seorang suami yang ketika pulang mendapati istrinya ketakutan karena ada ular. Lalu dia pun mencoba mengusir ular besar tersebut dan berhasil membunuhnya meskipun dia sendiri juga meninggal. Saat dilaporkan, Rasulullah bersabda sebagaimana hadits di atas.

Ular disebut setan karena sangat mungkin setan berubah wujud menjadi ular dan menampakkan diri kepada manusia. Ular termasuk hewan yang berbahaya, meski tidak semua ular berbisa namun ular tetaplah binatang yang harus diwaspadai.

Dalam hadits lain disebutkan, jika ada ular masuk rumah, cukup diberi peringatan tiga kali dengan menyebut asma Allah. Jika dia pergi dibiarkan atau boleh juga kita jauhkan dari rumah, tapi jika tidak mau pergi boleh dibunuh.

Ketiga, Burung Dara

Dari Abu Hurairah, Rasulullah melihat seseorang membuntuti (bermain-main) burung merpati lalu bersabda, “Setan lelaki sedang membuntuti setan perempuan.” (HR. Abu Daud)

Di dalam Aunul Ma’bud 10/417 dijelaskan, burung dara disebut sebagai setan karena menyibukkan orang dengan aktivitas tak bermanfaat dan malalaikan dari dzikirullah, apalagi jika hal ini digunakan untuk judi.

Ibnu Qudamah menjelaskan dalam al-Mughni 12/36: “Dulu Hakim Syuraih tidak membolehkan persaksian shahibu hammam (orang yang suka mandi di pemandian umum dengan telanjang) dan shahibu hamam (yang suka bermain merpati). Hal itu merupakan perbuatan bodoh dan rendah, mengurangi muru’ah, berpotensi mengganggu tetangga karena memanjat rumah-rumah atau melempari rumah mereka dengan kerikil karena si burung hinggap di atap.” Namun juka untuk diternak, diambil telurnya, atau membawa surat maka hukumnya boleh. (Mirqah al-Mafatih Syarh Misykah al-Mashabih 13/247).

Keempat, Orang Yang Lewat Di Depan Orang Shalat

Rasulullah bersabda:

“Jika ada yang lewat di depan kalian saat salah seorang dari kalian shalat, cegahlah ia. Jika dia enggan, tetaplah cegah dirinya. Dan jika masih saja bersikeras lewat, lawanlah ia karena dia adalah setan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Orang yang lewat di depan orang shalat disebut setan maksudnya adalah ia melakukan perbuatan setan. Atau yang mendorongnya lewat di depan orang yang shalat dan enggan diperingatkan adalah ciri setan. Yang perlu dicatat, maksud “lawanlah dia” bukanlah mengajaknya bertarung.

Jumhur ulama menyatakan, peringatan itu cukup dengan tasbih atau isyarat tangan. Jika masih tetap lewat, maka hal itu tidak membatalkan shalat. Adapun gerakan ekstrim (berkelahi) tidaklah diperkenankan. Oleh karena itu, saat shalat hendaknya kita mendekat ke sutrah (pembatas di depan orang shalat: tembok/ tiang).

Kelima, Wanita Yang Mengumbar Aurat

Rasulullah bersabda:

“Wanita itu datang dengan rupa setan dan berpaling juga dengan rupa setan. Jika salah seorang dari kalian melihat wanita, lalu timbul hasrat, maka hendaknya ia mendekati istrinya, sebab hal itu akan menghentikan nafsunya.” (HR. Muslim)

Maksudnya bukan “wanita adalah jelmaan setan”. Ini adalah perumpamaan bahwa daya tarik wanita di mata lelaki itu cenderung membuat berpikir atau bahkan berniat melakukan hal yang tidak-tidak, seperti halnya godaan setan. Akan benar-benar menjadi setan jika wanita adalah wanita pengumbar aurat. Sebab dengan mengumbar aurat dia menjadi penggoda manusia untuk berbuat maksiat, minimal dengan melihat auratnya.

Adapun wanita yang menutup auratnya dengan baik, tentunya tidaklah demikian. Pun begitu, masih sangat mungkin setan membangkitkan nafsu kaum lelaki dengan bisikan dan khayalan saat melihatnya, meski itu sangatlah keterlaluan. Oleh karenanya, meskipun telah berhijab rapat, pergaulann pria-wanita tidak boleh bebas, harus tetap menjaga jarak sesuai dengan syariat Islam.

Hadits-hadits ini menjadi peringatan yang sangat berarti bagi kita bahwa setan dapat mengganggu dalam berbagai wujud dan godaan. Hendaknya kita bisa lebih waspada, dan senantiasa berdoa kepada Allah setiap kali memulai aktivitas sehari-hari.

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan