Makna Dan Kandungan Tauhid Asma’ Wa Sifat

9,378

BERANIDAKWAH.COM | Makna Dan Kandungan Tauhid Asma’ Wa Sifat. Makna tauhid asma’ wa sifat adalah beriman kepada nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya, sebagaimana yang diterangkan dalam al-Qur’an dan Sunnah Rasul-Nya menurut apa yang pantas bagi Allah, tanpa ta’wil dan ta’thil (menghilangkan makna atau sifat Allah), takyif (mempersoalkan hakikat asma Allah dan sifat-sifatNya), dan tamtsil (menyerupakan Allah dengan makhlukNya).

Allah berfirman:

“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Asy-Syura: 11)

Allah menafikan jika ada sesuatu yang menyerupai Dia, dan Dia menetapkan bahwa Dia adalah Maha Mendengar dan Maha Melihat. Maka Dia diberi nama dan disifati dengan nama dan sifat yang Dia berikan untuk diriNya dan dengan nama dan sifat yang disampaikan oleh Rasul-Nya. Al-Qur’an dan as-Sunnah dalam hal ini tidak boleh dilanggar, karena tidak seorang pun yang lebih mengetahui Allah daripada Allah sendiri, dan tidak ada lebih tahu Allah sesudahNya melainkan hanya Rasul-Nya.

Maka barang siapa yang mengingkari nama-nama Allah dan sifat-sifatN makhlukNya, atau menta’wilkan dari maknanya yang benar, maka dia telah berbicara tentang Allah tanpa suatu ilmu dan berdusta kepada Allah dan para Rasul-Nya.

Allah berfirman:

“Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?” (QS. Al-Kahfi: 15)

Asma’ul Husna

Allah berfirman:

“Hanya milik Allah asma’ul husna, maka mohonkanlah kepadaNya degan menyebut asma’ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raf: 180)

Dari ayat di atas dapat kita ketahui:

1. Menetapkan nama-nama (asma’) untuk Allah, maka siapa yang menafikannya berarti ia telah menafikan apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan juga berarti dia telah menentang Allah.

2. Bahwasanya asma’ Allah semuanya adalah husna (sangat baik). Karena ia mengandung makna dan sifat-sifat yang sempurna, tanpa kekurangan dan cacat sedikit pun. Ia bukanlah sekedar nama-nama kosong yang tak bermakna atau tak mengandung arti.

3. Sesungguhnya Allah memerintahkan untuk berdoa dan ber-tawassul kepadaNya dengan menyebut nama-nama Allah lebih dahulu. Maka hal ini menunjukkan keagungan serta kecintaan kepada doa yang disertai nama-namaNya.

4. Bahwasanya Allah mengancam orang-orang yang ilhad dalam asma’Nya dan Dia akan membalas perbuatan mereka yang buruk itu.

Ilhad menurut bahasa berarti almaulu yakni condong. Ilhad di dalam asma’ Allah berarti menyelewengkannya dari makna-makna agung yang dikandungnya kepada makna-makna batil yang tidak dikandungnya. Sebagaimana yang dilakukan orang-orang yang men-ta’wilkannya dari makna-makna sebenarnya kepada makna yang mereka ada-adakan.

Allah berfirman

“Katakanlah: ‘Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al-asma’ul husna (nama-nama yang terbaik)’…” (QS. Al-Isra: 110)

Diriwayatkan bahwa salah seorang musyrik mendengar baginda Nabi sedang mengucapkan dalam sujudnya, “Ya Allah, ya Rahman”. Maka ia berkata, “Sesungguhnya Muhammad mengaku bahwa dirinya hanya menyembah satu tuhan, sedangkan dia memohon kepada dua tuhan”. Maka Allah menurunkan ayat ini. Demikian seperti yang disebutkan oleh Ibnu Katsir.

Maka Allah menyuruh hamba-hambaNya untuk memanjatkan doa kepadaNya dengan menyebut nama-namaNya sesuai keinginannya. Jika mereka mau, mereka memanggil “Ya Allah”, dan jika mereka menghendaki boleh memanggil “Ya Rahman” dan seterusnya. Hal ini menunjukkan tetapnya nama-nama Allah dan bahwasanya masing-masing dari namaNya bisa digunakan untuk berdoa sesuai dengan maqam dan suasananya, karena semuanya adalah husna.

Allah berfirman

“Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dia mempunyai al-asma’ul husna (nama-nama yang baik)” (QS. At-Thaha: 8)

“…Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepadaNya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (QS. Al-Hasyr: 24)

Maka barangsiapa yang menafikan asma’ Allah berarti ia berada di atas jalan orang-orang musyrik, sebagaimana firman Allah:

“Dan apabila dikatakan kepada mereka; ‘Sujudlah kamu sekalian kepada Yang Maha Penyayang’, mereka menjawab: ‘Siapakah yang Maha Penyayang itu?’ Apakah kami akan sujud kepada Tuhan Yang kamu perintahkan kami (bersujud kepadaNya)?’, dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman).” (QS. Al-Furqon: 60)

Kandungan Asma’ul Husna

Nama-nama yang mulia ini bukanlah sekedar nama kosong yang tidak mengandung makna dan sifat, justru ia adalah nama-nama yang menunjukkan kepada makna yang mulia dan sifat yang agung. Setiap nama menunjukkan kepada sifat, maka nama Ar-Rahman dan Ar-Rahim menunjukkan sifat ramah, As-Sami’ dan Al-Bashr menunjukkan sifat mendengar dan melihat, Al-‘Alim menunjukkan sifat ilmu yang luas, Al-Karim menunjukkan sifat karam (dermawan dan mulia), Al-Khaliq menunjukkan Dia menciptakan, dan Ar-Razzaq menunjukkan Dia memberi rizki dengan jumlah yang banyak sekali. Beigitulah seterusnya, setiap nama dari nama-namaNya menunjukkan sifat dari sifat-sifatNya.

Syaikh Ibnu Taimiyah berkata: “Setiap nama dari nama-namaNya menunjukkan Dzat yag disebutnya dan sifat yang dikandungnya, seperti Al-‘Alim menunjukkan Dzat dan ilmu, Al-Qodir menunjukkan Dzat dan qudrah, Ar-Rahman menunjukkan Dzat dan sifat rahmat.” (Majmu’ Fatawa 13/333-334)

Ibnul Qayyim berkata: “Sesungguhnya nama-nama Allah menunjukkan kesempurnaan sifat-Nya, sebab nama tersebut berasal dari sifat-Nya. Jadi asma Allah adalah nama sekaligus sifat, karena itu dikatakan husna (paling baik). Jika nama-nama tersebut hanyalah lafadz tanpa makna, maka tidak disebut husna, tidak pula mengandung unsur pujian dan kesempurnaan. Jika demikian itu tentu diperbolehkan meletakan nama intiqam (balas dendam) dan ghadhab (marah) pada tempat rahmat dan ihsan, atau sebaliknya. Sehingga boleh dikatakan, “Ya Allah sesungguhnya saya telah menzalimi diri sendiri, maka ampunilah aku, karena sesungguhnya Engkau adalah Al-Muntaqim (Maha Membalas Dendam). Ya Allah anugerahilah saya, karena sesungguhnya Engkau adalah Adh-Dharr (Yang Memberi Madharat) dan Al-Mani’ (Yang Menolak)…” dan yang semacamnya. Lagi pula kalau tidak menunjukkan arti dan sifat, tentu tidak boleh memberikan keterangan atau sifat dengan (akar kata)nya. Padahal Allah sendiri sering menerangkan keadaannya dzat-Nya menggunakan akar kata dari nama mashdar-mashdarnya dan tidak boleh menyifati dengannya. Seperti firman Allah

“Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rizki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS. Adz-Dzariyat: 58)

Daftar 99 Asma’ul Husna

No Asma Allah Arab Arti Indonesia
0 Allah الله Allah
1 Ar Rahman الرحمن Yang Maha Pengasih
2 Ar Rahiim الرحيم Yang Maha Penyayang
3 Al Malik الملك Yang Maha Merajai/ Memerintah
4 Al Quddus القدوس Yang Maha Suci
5 As Salaam السلام Yang Maha Memberi Kesejahteraan
6 Al Mu’min المؤمن Yang Maha Memberi Keamanan
7 Al Muhaimin المهيمن Yang Maha Pemelihara
8 Al Aziz العزيز Yang Maha Perkasa
9 Al Jabbar الجبار Yang Maha Mutlak Kegagahan
10 Al Mutakabbir المتكبر Yang Maha Megah, Yang Memiliki Kebesaran
11 Al Khaliq الخالق Yang Maha Pencipta
12 Al Bari’ البارئ Yang Maha Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan)
13 Al Musawwir المصور Yang Maha Membentuk Rupa
14 Al Ghaffar الغفار Yang Maha Pengampun
15 Al Qahhaar القهار Yang Maha Memaksa
16 Al Wahhaab الوهاب Yang Maha Pemberi Karunia
17 Al Razzaaq الرزاق Yang Maha Pemberi Rezeki
18 Al Fattaah الفتاح Yang Maha Pembuat Rahmat
19 Al ‘Aliim العليم Yang Maha Mengetahui (Memiliki Ilmu)
20 Al Qaabidh القابض Yang Maha Menyempitkan (makhluk-Nya)
21 Al Baasith الباسط Yang Maha Melapangkan (makhluk-Nya)
22 Al Khaafidh الخافض Yang Maha Merendahkan (makhluk-Nya)
23 Ar Raafi’ الرافع Yang Maha Meninggikan (makhluk-Nya)
24 Al Mu’izz المعز Yang Maha Memuliakan (makhluk-Nya)
25 Al Mudzil المذل Yang Maha Menhinakan (makhluk-Nya)
26 Al Samii’ السميع Yang Maha Mendengar
27 Al Bashiir البصير Yang Maha Melihat
28 Al Hakam الحكم Yang Maha Menetapkan
29 Al ‘Adl العدل Yang Maha Adil
30 Al Lathiif اللطيف Yang Maha Lembut
31 Al Khabiir الخبير Yang Maha Mengenal
32 Al Haliim الحليم Yang Maha Penyantun
33 Al ‘Azhiim العظيم Yang Maha Agung
34 Al Ghafuur الغفور Yang Maha Pengampun
35 As Syakuur الشكور Yang Maha Pembalas Budi
36 Al ‘Aliy العلى Yang Maha Tinggi
37 Al Kabiir الكبير Yang Maha Besar
38 Al Hafizh الحفيظ Yang Maha Memelihara
39 Al Muqiit المقيت Yang Maha Pemberi Kecukupan
40 Al Hasiib الحسيب Yang Maha Membuat Perhitungan
41 Al Jaliil الجليل Yang Maha Mulia
42 Al Kariim الكريم Yang Maha Mulia
43 Ar Raqiib الرقيب Yang Maha Mengawasi
44 Al Mujiib المجيب Yang Maha Mengabulkan
45 Al Waasi’ الواسع Yang Maha Luas
46 Al Hakim الحكيم Yang Maha Bijaksana
47 Al Waduud الودود Yang Maha Mengasihi
48 Al Majiid المجيد Yang Maha Mulia
49 Al Baa’its الباعث Yang Maha Membangkitkan
50 As Syahiid الشهيد Yang Maha Menyaksikan
51 Al Haqq الحق Yang Maha Benar
52 Al Wakiil الوكيل Yang Maha Memelihara
53 Al Qawiyyu القوى Yang Maha Kuat
54 Al Matiin المتين Yang Maha Kokoh
55 Al Waliyy الولى Yang Maha Melindungi
56 Al Hamiid الحميد Yang Maha Terpuji
57 Al Muhshii المحصى Yang Maha Menambahkan
58 Al Mubdi’ المبدئ Yang Maha Memulai
59 Al Mu’iid المعيد Yang Maha Mengembalikan Kehidupan
60 Al Muhyii المحيى Yang Maha Menghidupkan
61 Al Mumiitu المميت Yang Maha Mematikan
62 Al Hayyu الحي Yang Maha Hidup
63 Al Qayyum القيوم Yang Maha Mandiri
64 Al Waajid الواجد Yang Maha Penemu
65 Al Maajid الماجد Yang Maha Mulia
66 Al Wahiid الواحد Yang Maha Tunggal
67 Al Ahad الاحد Yang Maha Esa
68 As Shamad الصمد Yang Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta
69 Al Qaadir القادر Yang Maha Menentukan
70 Al Muqtadir المقتدر Yang Maha Berkuasa
71 Al Muqaddim المقدم Yang Maha Mendahulukan
72 Al Mu’akkhir المؤخر Yang Maha Mengakhirkan
73 Al Awwal الأول Yang Maha Awal
74 Al Aakhir الأخر Yang Maha Akhir
75 Az Zhaahir الظاهر Yang Maha Nyata
76 Al Baathin الباطن Yang Maha Ghaib
77 Al Waali الوالي Yang Maha Memerintah
78 Al Muta’aalii المتعالي Yang Maha Tinggi
79 Al Barri البر Yang Maha Penderma
80 At Tawwaab التواب Yang Maha Penerima Taubat
81 Al Muntaqim المنتقم Yang Maha Pemberi Balasan
82 Al Afuww العفو Yang Maha Pemaaf
83 Al Ra’uuf الرؤوف Yang Maha Pengasuh
84 Malikul Mulk مالك الملك Yang Maha Penguasan Kerajaan (Semesta)
85 Dzul Jalaali Wal Ikraam ذو الجلال و الإكرام Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemualiaan
86 Al Muqsith المقسط Yang Maha Pemberi Keadilan
87 Al Jamii’ الجامع Yang Maha Mengumpulkan
88 Al Ghaniyy الغنى Yang Maha Kaya
89 Al Mughnii المغنى Yang Maha Pemberi Kekayaan
90 Al Maani المانع Yang Maha Mencegah
91 Ad Dhaar الضار Yang Maha Penimpa Kemudharatan
92 An Nafii’ النافع Yang Maha Memberi Manfaat
93 An Nuur النور Yang Maha Bercahaya
94 Al Haadii الهادئ Yang Indah Tidak Memberi Petunjuk
95 Al Baadii البديع Yang Maha Tidak Mempunyai Banding
96 Al Baaqii الباقي Yang Maha Kekal
97 Al Waarits الوارث Yang Maha Pewaris
98 Al Rasyiid الرشيد Yang Maha Pandai
99 As Shabbuur الصبور Yang Maha Sabar

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan