Mengangkat Kedua Tangan Ketika Berdoa, Sunnah atau Bid’ah?

1,007

BERANIDAKWAH.COM | Mengangkat Kedua Tangan Ketika Berdoa, Sunnah atau Bid’ah? Sudah menjadi kebiasaan kebanyak muslim ketika berdoa kepada Allah dengan mengangkat tangannya. Dalam islam apakah perbuatan mengangkat tangan ketika berdoa itu termasuk bid’ah? Khususnya ketika pas setelah shalat wajib?

Ada dua poin yang perlu didudukkan masalahnya. Pertama, mengangkat tangan saat berdoa secara umum. Kedua adalah mengangkat tangan ketika berdoa pada saat selesai shalat wajib.

Pertama, mengangkat tangan dalam berdoa hukumnya sunnah bahkan itu menjadi adab dan unsur yang menyebabkan diterimanya doa. Dasarnya adalah dari Abu Hurairah yang berkata,

“… Lalu Beliau (Rasulullah) menyebutkan ada seorang laki-laki dalam sebuah perjalanan yang jauh, kusut dan berdebu, dia menengadahkan kedua tangannya ke langit: “Wahai Rabb, wahai Rabb,” sedangkan makannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dia dikenyangkan dengan yang haram, bagaimana bisa doanya dikabulkan?” (HR. Muslim, At Tirmidzi)

Dari Salman Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Rabb kalian Tabaraka wa Ta’ala yang Maha Pemalu, merasa malu terhadap hambaNya jika dia mengangkat kedua tangannya kepadaNya, dia mengembalikan kedua tangannya dalam keadaan kosong.” (HR. At Tirmidzi, Ibnu Majah)

Untuk masalah yang kedua yaitu mengangkat tangan ketika berdoa setelah selesai shalat, ada perbedaan pendapat yang cukup pelik dalam masalah ini. Imam Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayim, Syaikh Utsaimin dan beberapa lainnya berpendapat, jangankan mengangkat tangan, bahkan doa setelah shalat pun tidak ada, yang ada hanyalah wirid. Doa itu diucapkan pada duburush shalah seperti banyak disebutkan dalam hadits. Dan mereka memakai duburush shalah adalah saat tasyahud akhir sebelum shalat. Karena dubur itu tidak mungkin terpisah dari sesuatu. (Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, Syarhul Mumti’, 3/62)

Hanya saja, beberapa ulama lain membantah pendapat ini dan menyatakan bahwa ada banyak hadits yang menyatakan bahwa makna dhuburush shalah adalah setelah selesai shalat. Diantaranya adalah

“Barang siapa yang bertasbih (membaca Subhanallah) pada setiap selesai shalat 33 kali, tahmid (membaca Alhamdulillah) 33 kali, dan takbir (mmebaca Allahu Akbar) 33 kali, dan semuanya berjumlah 99.” Nabi bersabda: “Disempurnakan menjadi 100 dengan membaca Laa Illaha Illallah Wahdahu Laa Syariikalah Lahul Mulku wa lahul Hamdu wa Huwa ‘Ala Kulli Syai’in Qadir, maka akan diampuni dosa-dosanya walaupun banyak seperti buih di lautan.” (HR. Muslim, Abu Dauh, Ahmad)

Artinya, berbagai macam doa yang diajarkan Nabi agar dibaca pada dhuburush shalah maksudnya adalah seusai shalat. Dan soal mengangkat tangan saat berdoa sesuai shalat, Imam al Mabarkafuri dalam Tuhfatul Ahwadzi menyimpulkan setelah panjang lebar membahas masalah ini dengan pendapatkan yang rajih (kuat) adalah mengangkat kedua tangan seusai shalat wajib itu boleh dilakukan seseorang, insya’Allah tidak apa-apa. Wallahua’lam

Ustad Taufik el Hakim, Lc

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan