Pantaskah Seorang Pemimpin Berkata Kasar?

502,020

BERANIDAKWAH.COM | Pantaskah Seorang Pemimpin Berkata Kasar?. Kata-kata kasar yang kerap dilontarkan oleh seorang pemimpin saat acara langsung di TV baru-baru ini menuai banyak sorotan. Banyak orang menyayangkan ucapan kasarnya. Komite penyiaran menyatakan bahwa kata yang ia ucapkan masuk dalam kategori seven dirty word (tujuh kata kotor) yang dilarang diucapkan di lembaga penyiaran.

Namun, tak sedikit pula yang membela sang pemimpin. Tak segan mereka mengatakan lebih baik galak tapi bersih daripada santun tapi korup. Seolah-olah sikap santun dan bersih tidak bisa disatukan. Lagipula tegas dan bersih tidak ada hubungannya dengan berkata kasar.

Dalam keadaan emosi, marah dan tak sabar, ada sebagian orang yang tak tahan untuk mengumpat dengan kata-kata kasar. Ada banyak hal yang mempengaruhi, salah satunya adalah faktor lingkungan.

Memang tak salah merasa geram dan marah atas perilaku buruk sejumlah orang yang mengambil harta yang bukan haknya, namun ucapan santun, terlebih bagi pemimpin tetap harus dikedepankan, bukan malah pemimpin berkata kasar.

Bagi seorang muslim, mengumpat adalah perbuatan yang dilarang oleh Rasulullah (lihat disini), berbeda dengan orang kafir yang dalam agama mereka sopan santun tidak menjadi hal yang dikedepankan atau justru tidak diajarkan. Seorang muslim diperintahkan untuk menjaga lisan dan berkata hanya yang baik, bahkan jika tidak ada manfaatnya justru lebih baik diam.

Abu Hurairah menuturkan bahwa Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, berkatalah yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Seorang yang beriman akan menahan dirinya dari mengumpat dan berkata kasar. Allah mengancam dengan wail bagi orang yang suka mengumpat dan mencela. Ada yang menafsirkan wail dengan lembah di neraka.

“Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela”. (QS. Al Humazah: 1)

Hamaz adalah mencela dan mengumpat orang lain dengan isyarat dan perbuatan, sedangkan lamaz adalah mencela orang lain dengan ucapan. Orang yang suka mengumpat dengan kata-kata kotor juga tidak boleh diikuti. Allah berfirman, “Yang banyak mencela, yang kia ke mari menghambur fitnah.” (QS. Al Qalam: 11)

Sebagai muslim, sudah seharusnya kita jaga lisan kita agar selalu keluar kata-kata yang baik dan bersih. Sebab lisan kita bisa mengantarkan kita ke surga atau ke neraka, lisan juga mampu memberikan sakit yang begitu perih melebihi tajamnya pedang. Oleh karena itu mari jaga lisan kita.

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan