Penjelasan Lengkap Seputar Malam Lailatul Qadar

7,044

BERANIDAKWAH.COM | Penjelasan Lengkap Seputar Malam Lailatul Qadar. Bulan Ramadhan adalah bulan penuh barokah dan ampunan. Dalam 10 malam terkahir di bulan Ramadhan, Allah memberikan satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Malam Lailatul Qadar. Allah Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apa malam Lailatul Qadar itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadar: 1-5)

Surat yang mulia ini mengandung beberapa keutamaan malam Lailatul Qadar, diantaranya:

1. Bahwasanya Allah menurunkan Al Qur’an di malam ini, sebagaimana firman-Nya:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan pada suatu malam yang diberkahi dan sesugguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhan: 3)

2. Bahwasanya Allah mengagungkan kedudukannya dengan menyebutnya dengan berfirman:

“Dan tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu?” (QS. Al Qadar: 2)

3. Beribadah di malam tersebut lebih baik daripada ibadah seribu bulan yang di dalamnya tidak ada Lailatul Qadar

4. Para malaikat turun pada malam ini. Ada yang mengatakan: mereka turun dengan rahmat-rahmat, barakah-barakah, dan ketenangan

Ada juga yang mengatakan: mereka turun dengan membawa semua perkara yang telah Allah tetapkan dan takdirkan selama tahun tersebut, sebagaimana firman-Nya:

“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul.” (QS. Ad Dukhan: 4-5)

5. Keamanan dan keselamatan pada malam ini mendatangi orang-orang yang beriman, ucapan selamat dari malaikat datang kepada mereka susul menyusul

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dari Nabi, beliau bersabda:

“Barang siapa puasa Ramadhan karena didorong iman dan mengharap pahala di sisi Allah, Allah ampuni dosa-dosanya di masa lampau. Dan siapa shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala Allah, diampuni dosanya yang telah lampai.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Lalu, Kapan Malam Lailatul Qadar Itu?

Tidak perlu diragukan lagi jika malam Lailatul Qadar ada di bulan Ramadhan, adapun kapan pastinya, Al Hafidz Ibnu Hajar berkata: “Para ulama berbeda pendapat tentang lailatul qadar kepada banyak pendapat, yang berhasil kami simpulkan bahwa pendapat-pendapat mereka tentang hal itu lebih dari 40 pendapat.” Kemudia beliau menyebutkan pendapat-pendapat tersebut berikut dalil-dalilnya. (Fathul Bari IV/309-Salafiyah)

Mayoritas ulama berpendapat Lailatul Qadar terjadi di sepuluh malam terakhir Ramadhan, berdasarkan hadits Abu Said Al Khudri, bahwa Rasulullah bersabda:

“…maka carilah malam itu di sepuluh terakhir.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kebanyakan dari mayoritas ulama ini berpendapat ia berada di malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir, berdasarkan sabda Nabi:

“Carilah malam lailatul qadar di bilangan ganjil dari sepuluh malam terakhir.” (HR. Bukhari)

Kebanyakan dari mayoritas ulama ini juga berpendapat ia berada di malam 27, itulah pendapat golongan sahabat dan ditetapkan oleh Ubay bin Ka’ab bahkan ia berani bersumpah tentangnya sebagaimana disebutkan dalam Shahih Muslim (762).

Pendapat yang kuat dari hadits-hadits diatas adalah lailatul qadar terjadi di sepuluh malam terakhir, lebih besar kemungkinan di malam-malam ganjil dan malam lailatul qadar bisa berpindah-pindah, tidak hanya pada malam ke-27. Sebab riwayat Ubay bin Ka’ab yang menyatakan malam itu terjadi pada malam 27 adalah lailatul qadar pada tahun itu, bukan setiap tahun. Hal itu ditunjunkkan bahwa Nabi pernah menjumpai malam lailatul qadar pada malam ke-21, sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Said:

Bahwasanya Nabi berkhutbah kepada para sahabat, beliau pun bersabda: “Sesungguhnya aku melihat lailatul qadar kemudian aku dibuat lupa terhadapnya, maka carilah di sepuluh malam terakhir pada malam-malam ganjil, dan aku melihat diriku bersujud di atas air dan tanah…”

Abu Said berkata, “Turun kepada kami hujan di malam 21 hingga masjid di tempat shalat Rasulullah becek, lalu aku melihat kepada beliau ketika beranjak dari shalat shubuh, wajah beliau basah oleh air dan tanah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dirahasikannya Malam Lailatul Qadar

Malam lailatul qadar dirahasiakan agar manusia sungguh-sungguh dalam beribadah di semua malam, karena berharap mungkin malam lailatul qadar terjadi malam itu. Siapa yang yakin bahwa malam itulah malam lailatul qadar, dia akan menghidupkan malam tersebut. Siapa yang menjumpainya secara pasti, maka ia harus bersyukur kepada Allah dengan berkonsentrasi ibadah di semua bagian bulan. Inilah yang menjadi rahasia kenapa lailatul qadar tidak ditentukan kepastiannya.

“Sesungguhnya aku keluar memberi tahu kalian tentang  Lailatul Qadar, lalu si fulan dan si fulan beradu pendapat, lalu ilmu tentang malam itu pun dihilangkan, bisa jadi itu lebih baik bagi kalian, maka carilah malam itu…” (HR. Bukhari)

Bagaimana Seorang Muslim Mencari Lailatul Qadar?

Malam yang berkah ini, siapa yang tidak mendapatkannya maka sungguh ia telah kehilangan segala kebaikan. Tidak ada yang kehilangan kebaikannya kecuali orang yang merugi. Oleh karena itu, seorang muslim yang bersemangat seyogyanya menghidupkan malam itu dengan penuh iman dan antusias untuk mendapatkan pahalanya. Hendaknya ia bersungguh-sungguh bermalam di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.

Diriwayatkan dari Aisyah, ia berkata: “Rasulullah bersungguh-sungguh tidak seperti kesungguhan beliau di malam selainnya.” (HR. Muslim)

Seorang muslim hendaknya memperbanyak ibadah pada malam-malam ini, tidak hanya dirinya sendiri namun juga mendorong seluruh anggota keluarganya untuk menghidupkan malam-malam itu. Diriwayatkan dari Aisyah, ia berkata: “Nabi apabila memasuki sepuluh malam terakhir, beliau ikat sarungnya, beliau hidupkan malam harinya dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hal itu agar dia mendapatkan apa yang dijanjikan oleh Rasulullah, beliau bersabda:

“Barangsiapa shalat di malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lampau.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Doa di Malam Lailatul Qadar

Disunnahkan memperbanyak doa di malam lailatul qadar, terutama doa yang ada di dalam riwayat Aisyah, ia berkata: Aku berkata: “Wahai Rasulullah, menurut anda jika aku mengetahui suatu malam sebagai malam lailatul qadar, apa yang harus diucapkan ketika itu?” Rasulullah bersabda: “Ucapkanlah:

Doa Lailatul Qadar

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau suka memaafkan, maka maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Tanda-Tanda Lailatul Qadar

Lailatul qadar memiliki tanda-tanda yang bisa diketahui, di antara tanda-tanda tersebut ada yang terjadi pada malam itu sendiri, seperti:

1. Cuacanya tenang dan anginnya tenang. Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ia berkata: Rasulullah bersabda,

“Lailatul Qadar adalah malam kelapangan dan lepas, tidak panas, tidak dingin, paginya matahari bersinar redup kemerahan.” (HR. Ibnu Khuzaimah, Ath-Thayalasi dan Al-Bazzar)

2. Ada ketenangan dan ketentraman yang diturunkan oleh para malaikat. Seseorang akan merasakan ketentraman hati, lapang dada dan lezatnya ibadah di malam tersebut yang tidak dia rasakan di malam lain.

3. Kadang seseorang melihat malam tersebut dalam mimpinya, sebagaimana yang dialami sebagian sahabat

Ada juga tanda-tanda yang terjadi setelah malam tersebut, seperti:

4. Pagi harinya matahari terbit dengan cerah, tidak ada cahaya tajamnya. Diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab, bahwasanya Rasulullah bersabda:

“Pagi hari malam lailatul qadar matahari terbit tanpa sinar tajam, seperti baskom, sampai ia meninggi.” (HR. Muslim)

Catatan:

Banyak sekali mitos-mitos dan keyakinan-keyakinan rusak tentang malam lailatul qadar yang beredar di kalangan masyarakat awam, di antaranya dinyatakan bahwa malam itu pohon bersujud, bangunan-bangunan tertidur, benda-benda yang asing menjadi tawar, anjing berhenti menggonggong, dan mitos-mitos lain yang jelas-jelas tidak ada dalilnya.

Semoga penjelasan seputar malam lailatul qadar di atas bisa memberikan manfaat dan menambah keilmuan kita. Marilah kita hidupkan malam-malam terkahir di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah Ta’ala.

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan