Sampai Kapan Seorang Menyandang Status Yatim?

817

BERANIDAKWAH.COM | Sampai Kapan Seorang Menyandang Status Yatim? Ayat-ayat al-qur’an dan hadits-hadits Rasulullah yang shahih banyak membahas tentang anak yatim, diantaranya firman Allah:

QS. Ad Dhuha Ayat 9

Artinya: “Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.”

Dan

Artinya: “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang-orang yang menghardik anak yatim.” (QS. Al-Maa’uun: 1-2)

Adapun dari hadits Rasulullah adalah

Artinya: “Aku dan orang yang menganggung anak yatim berada di surga seperti ini.” Beliau mengisyaratkan dengan kedua jarinya yaitu telunjuk dan jari tengah.” (HR. Bukhari)

Beliau juga bersabda,

Artinya: “Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan.” Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah itu? Beliau bersabda: “Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan haq, memakan riba, makan harta anak yatim, kabur dari medan peperangan dan menuduh seorang wanita mu’min yang suci berbuat zina.” (HR. Bukhari)

Kalimat yatim secara bahasa bermakna seputar infiraad (kesendirian), dha’fu (lemah) dan haajah (butuh). Dan sifat-sifat ini sesuai dengan kenyataan yang ada pada anak yatim secara umum. Adapun secara syar’i istilah yatim bermakna seorang anak yang bapaknya telah meninggal dan ia belum baligh. Sebagaimana sabda Rasulullah

Artinya: “Tidak ada yatim setelah baligh” (HR. Abu Daud)

Dalam syarh Sunan Abi Daud (15/339) disebutkan bab mata yanqati’ul yutma (kapan yatim itu terputus), yatim terputus dengan balighnya, sehingga apabila anak yatim sudah besar dan telah baligh terputuslah sebutan yatim darinya. Dan baligh ini bisa terjadi dengan sebab ihtilam (mimpi basah) atau bisa juga dengan tumbuhnya bulu disekitar kemaluan, atau dengan usia yang sudah mencapai 15 tahun.

Namun dalam masalah penggunaan dan penyerahan uang miliknya maka disamping baligh dilihat juga apakah ia sudah pandai dan bijak dalam memelihara harta. Sebagaimana firman Allah:

QS. An Nisa Ayat 6

Artinya: “Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya.”

Demikian tadi ulasan tentang pernyataan sampai kapan seorang menyandang status yatim. Semoga dapat bermanfaat, jangan lupa share ya dan jazakallah khair.

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan