MEDIA DAKWAH ISLAM | KEREN ITU BERANI DAKWAH

Tadzkirah: Selalu Jatuh Di Lubang Yang Sama

262

BERANIDAKWAH.COM | SELALU JATUH DI LUBANG YANG SAMA – Manshur bin Abbad bercerita, “Dulu saya memiliki teman yang sering berbuat dosa, kemudian dia bertaubat dan rajin ibadah. Suatu hari aku merasa kehilangan karena tak bertemu dengannya, ada yang bilang ia jatuh sakit. Akupun menjenguk ke rumahnya, dan aku mendapatinya terbaring lemah di tempat tidurnya.

Mukanya terlihat pucat, matanya sembab, kedua bibirnya terlihat menebal. Aku berkata penuh khawatir, “Saudaraku, perbanyaklah mengucap Laa ilaaha illallah.” Dia melihat ke arahku, kemudian pingsan. Setiap kali aku mengulang kalimat syahadat, ia membuka matanya, melihat ke arahku dan pingsan kembali.

Hingga ia berkenan kepadaku, “Aku seperti terhalang untuk mengucapkannya.” Aku bertanya, “Laa haula walaa quwwata illa billah. Mengapa itu bisa terjadi? Kemanakah shalat, tahajud, dan bacaan Al-Qur’anmu?” Dia menjawab, “Aku melakukan semua itu karena riya. Jika aku sendiri, diam-diam aku minum khamr.

Pernah suatu kali Allah menimpakkan penyakit ini kepadaku, dan aku merasa bahwa sakit itu akan menyebabkan kematianku. Aku mengatakan kepada putriku, “Wahai anakku, tolong ambilkan aku mushaf Al-Qur’an. Aku membacanya, lalu berdoa, “Ya Allah sembuhkanlah aku, dan aku berjanji tidak akan kembali melakukan dosa itu selamanya.”

Lalu Allah menyembuhkan penyakitku. Namun aku kembali lagi melakukan dosa seperti itu sebelumnya, melanggar janjiku kepada Allah. Aku masih terus melakukannya hingga Allah kembali menimpakan penyakit yang hampir membawa kematianku. Aku pun melakukan seperti yang aku lakukan sebelumnya, dan untuk kedua kali, Allah mengabulkan doaku dan menyembuhkan penyakitku. Setelah itu aku kembali lagi pada kebiasaan burukku, hingga aku sakit unutk kali yang ketiga sekarang ini.

BACA JUGA: Menyingkap Cela Orang Lain, Ternganga Aib Sendiri

Dan aku meminta keluargaku untuk mengeluarkan aku ke ruang tengah ini. Aku ingin kembali membaca Al-Qur’an dan berdoa, namun aku tidak mampu membaca satu hurufpun. Aku pun sadar bahwa Allah sudah sangat murka kepadaku. Tatkala aku berdoa, “Ya Allah, sembuhkanlah aku dari sakitku wahai yang Maha Berkuasa atas langit dan bumi.” Seakan aku mendengar suara, “Kamu bertaubat dari dosa ketika sakit saja. Tatkala sembuh, kembali berbuat dosa. Betapa sering kamu dientaskan dari kesulitan. Betapa sering kamu diselamatkan dari ujian. Tidakkah kamu takut jika datang kematian? Sedang engkau penuh dosa yang berlumuran?

Manshur melanjutkan, “Demi Allah aku beranjak keluar daru rumahnya dalam keadaan berderai air mata. Ketika aku sampai di pintu rumahnya, dikatakan kepadaku bahwa ia telah meninggal dunia.” (Sibaq Nahwal Jinan, Abu Khalid asy-Syaadi)

Leave A Reply

Your email address will not be published.