Sujud Tilawah: Definisi, Keutamaan, Hukum Dan Ayat-Ayatnya

400,798

BERANIDAKWAH.COM | Sujud Tilawah: Definisi, Keutamaan, Hukum Dan Ayat-Ayatnya. Sujud tilawah merupakan sujud yang dilaksanakan karena membaca atau mendengar ayat-ayat sajdah yang terdapat di dalam Al-Qur’an. Sujud tilawah ini disyariatkan berdasarkan dalil-dalil berikut ini:

Diriwayatkan dari Nafi’ dari Ibnu Umar yang mengatakan,” Rasulullah membacakan Al-Qur’an kepada kami. Jika melewati ayat sajdah, beliau bertakbir lalu sujud. Kami pun ikut sujud.” (HR. Abu Daud, Baihaqi dan Hakim)

“Nabi shallallahu’alaihi wa sallam pernah membaca Al-Qur’an yang didalamnya terdapat ayat sajdah. Kemudian ketika itu beliau bersujud, kami pun ikut bersujud bersamanya sampai-sampai di antara kami tidak mendapati tempat karena posisi dahinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hukum Sujud Tilawah

Para ulama sepakat bahwa sujud tilawah adalah amalan yang disyariatkan. Namun, pakar fiqih tersebut berbeda pendapat tentang hukumnya. Jumhur ulama atau mayoritas ulama berpendapat hukumnya sunnah bagi orang yang membaca atau mendengar ayat sajdah. Sedangkan madzab hanafi menghukuminya wajib.

Pendapat jumhur lebih kuat berdasarkan keterangan dari beberapa sahabat Nabi. Umar bin Khattab pernah membaca surat an-najm dalam khutbah jumat. Lalu dia turun dari mimbar dan sujud, orang-orang mengikutinya. Jumat berikutnya, dia kembali membaca surat an-najm. Ketika sampai pada ayat sajdah, ia berkata,” Para hadirin, kita telah melewati ayat sajdah. Maka orang yang sujud tilawah, sudah benar. Orang yang tidak sujud tilawah, juga tidak berdosa.” Dari riwayat ini para ulama menyimpulkan bahwa hukumnya sunnah.

Para ulama berbeda pendapat ketika membaca beberapa ayat sajdah dalam satu waktu. Pendapat pertama: sujud disetiap bacaan ayat dan mengulangi sujud jika membaca ayat yang lain. Pendapat ini didukung oleh mahdzab maliki, syafii dan hanbali.

Pendapat kedua: cukup sujud satu kali, menurut mahdzab hanafi, beberapa ulama mahdzab syafii dan beberapa ulama mahdzab hanbali.

Ayat-Ayat Sujud Tilawah

Al A’raf: 206

SURAT AL A'RAF

“Sesungguhnya  orang-orang yang ada di sisi Tuhanmu tidak merasa enggan untuk  menyembah Allah dan mereka menyucikan-Nya dan hanya kepada-Nya mereka bersujud.”

Ar Ra’du: 15

SURAT AR RADU

“Dan semua sujud kepada Allah baik yang ada di langit maupun yang ada di bumi, baik dengan kemauan sendiri maupun terpaksa, (dan sujud pula) bayang-bayang mereka, pada waktu pagi dan petang hari.”

An Nahl: 50

SURAT AN NAHL

“Mereka takut kepada Tuhan yang (berkuasa) di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada merek).”

Al Isra: 109

SURAT AL ISRA

“Dan mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk.”

Maryam: 58

SURAT MARYAM

“Mereka itulah orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu dari (golongan) para nabi dari keturunan Adam, dari orang yang Kami bawa (dalam kapal) bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil (Ya’qub), dan dari orang yang telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pengasih kepada mereka, maka mereka tunduk sujud dan menangis.”

Al Hajj: 77

SURAT AL HAJJ 77

“Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah, dan sembahlah Tuhanmu, dan berbuatlah kebaikan agar kamu beruntung.”

Al Furqon: 60

SURAT FURQON

“Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Sujudlah kepada Yang Maha Pengasih”, mereka menjawab, “Siapakah yang Maha Pengasih itu? Apakah kami harus sujud kepada Allah yang engkau (Muhammad) perintahkan kepada kami (bersujud kepada-Nya)?” Dan mereka makin jauh lari (dari kebenaran).”

As Sajdah: 15

SURAT AS SAJDAH

“Orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, hanyalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengannya (ayat-ayat Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, dan mereka tidak menyombongkan diri.”

Shaad: 24

SURAT AS SAAD

“Dia (Daud) berkata, “Sungguh, dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk (ditambahkan) kepada kambingnya. Memang banyak di antara orang-orang yang bersekutu itu berbuat zalim kepada yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, dan hanya sedikitlah mereka yang begitu. “ Dan Daud menduga bahwa Kami mengujinya, maka dia memohon ampunan kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertobat.”

Fushilat: 38

SURAT FUSHILAT

“Jika mereka menyombongkan diri maka mereka (malaikat) yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya pada malam dan siang hari, sedang mereka tidak pernah jemu.”

An Najm: 62

SURAT AN NAJM

“Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)”

Al Insyiqaq: 21

SURAT INSYIQAQ

“Dan apabila Al-Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka tidak (mau) bersujud”

Al Alaq: 19

AL ALAQ

“Sekali kali tidak! Janganlah kamu patuh kepadanya, dan sujudlah serta dekatkanlah (dirimu kepada Allah)”

Qadha’ Sujud Tilawah

Sujud tilawah dilakukan setelah membaca atau mendengar ayat sajdah. Sujud boleh diakhirkan selama jedanya tidak terlalu lama. Lalu, apakah sujud tilawah boleh di qadha’?

Para ulama berbeda pendapat antara membolehkan dan tidak. Pendapat yang paling shahih mengatakan tidak perlu meng-qadha’, karena sujud tilawah dikerjakan karena ada suatu kebetulan yakni membaca atau mendengar ayat sajdah. Jika sebab atau momen tersebut lewat, tidak perlu di qadha’. Dalam hal ini, meng-qadha’ sujud tilawah sama dengan sholat gerhana atau shalat kusuf.

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan