Syarat-Syarat Wajib Membayar Zakat

231,851

BERANIDAKWAH.COM | Syarat-Syarat Wajib Membayar Zakat. Zakat pada harta tidak wajib dikeluarkan kecuali bila telah memenuhi beberapa sayarat. Di antara hikmah Allah dalam mewajibkan syariat-syariatNya adalah dengan menjadikan padanya syarat-syarat atau karakter-karakter tertentu yang tidak menjadikan syarat tersebut tidak wajib kecuali dengan keberadaannya, hal itu agar syarat berjalan dengan tertib.

Jika segala sesuatu tidak ada syaratnya, tentu memiliki kemungkinan wajib dan tidak wajib. Kemudian, ada juga penghalang-penghalang yang menjadikan zakat tidak wajib meskipun sudah terpenuhi syarat-syaratanya. Dan segala sesuatu, tidak sempurna selain dengan terpenuhinya syarat dan terhilangkannya penghalang.

Syarat-syarat disini ada dua macam: syarat pada orang yang hartanya terkena kewajiban zakat dan syarat pada harta itu sendiri.

Syarat-syarat yang harus ada pemilik harta sehingga hartanya terkena wajib zakat

Orang yang hartanya terkena kewajiban zakat pada dirinya harus ada dua syarat:

1. Merdeka: Maka zakat tidak wajib atas budak, seban dia tidak punya hak milik, majikan adalah pemilik semua yang ada di tangannya. Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa yang menjual budak yang memiliki harta, maka hartanya itu milik orang yang menjualnya kecuali jika si pembeli mensyaratkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan berdasarkan ucapan Ibnu Umar, “Tidak ada zakat pada harta seorang budak sampai ia dimerdekakan.” (HR. Al Baihaqi)

Dari Kisan bin Abi Said Al-Maqbari ia berkata: “Aku datang kepada Umar membawa zakat hartaku sebanyak dua ratus dirham –ketika itu aku adalah budak mukatib- maka Umar bertanya: “Apakah kamu sudah dimerdekakan?” “Sudah”, jawab Kisan. Umar berkata, “Kalau begitu bagikanlah.” (Mushannaf Ibnu Abi Syaibah dengan sanad jayyid)

2. Islam: Maka tidak ada zakat atas orang kafir berdasarkan ijmak, sebab zakat adalah ibadah yang suci, sedangkan orang kafir tidak memiliki kesucian selagi ia berada di atas kekufurannya. Maksud dari penyampaian tersebut adalah tidak ada paksaan untuk mereka mengeluarkan zakat sampai ia masuk Islam, karena sama saja tidak akan diterima oleh Allah. Maka tidak ada manfaatnya mewajibkan mereka untuk mengeluarkan zakat, dan Allah berfirman:

“Dan tidak ada yang mengahalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya…” (QS. At Taubah: 54)

Ini bukan artinya ia tidak akan diminta pertanggung-jawaban atas perbuatan dia meninggalkan zakat, karena orang-orang kafir tetap menjadi objek perintah dalam cabang-cabang syariat menurut pendapat yang bisa dipegang dalam ilmu Ushul. Wallahu’alam

Ini berlaku bagi orang kafir asli. Adapun orang kafir karena murtad, maka jika pada waktu ia masih Islam hartanya sudah terkena kewajiban zakat, zakat itu tidak gugur ketika ia murtad menurut kalangan madzhab Syafi’i dan Hanbali, sebab itu adalah hak yang kewajibannya telah ada, sehingga tidak gugur dengan kemurtadannya, sama halnya dengan mengganti benda-beda yang dirusakkan.

Syarat wajib zakat pada harta

Harta itu termasuk jenis-jenis harta yang wajib dizakati. Para ulama sepakat bahwa zakat wajib ditunaikan pada sembilan jenis harta:

  1. Emas
  2. Perak
  3. Unta
  4. Sapi
  5. Kambing
  6. Gandum hinthah
  7. Gandum sya’ir
  8. Kurma
  9. Kismis

Harta baru wajib dizakati apabila ada syarat-syarat berikut ini:

1. Mencapai nishab: yaitu jumlah yang oleh syariat dijadikan sebab wajibnya zakat jika jumlah sudah tercapai. Maka siapa yang tidak memiliki jumlah ini, ia punya tapi kurang dari itu, atau tidak punya sama sekali, tidak ada kewajiban zakat bagi dia. Nishab ini berbeda-beda, tergantung jenis hartanya.

2. Harta tersebut sudah dimiliki secara penuh

Dalil dari syariat ini adalah: dinisbatkannya harta di dalam Al Qur’an dan As Sunnah kepada para pemiliknya, seperti pada firman Allah Ta’ala: “Ambillah dari harta mereka shadaqah…” (QS. At Taubah: 103) dan firman Allah: “… pada harta mereka tersedia bagian tertentu.” (QS. Al Ma’arij: 24). Dan sabda Nabi, “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada mereka pada harta mereka…”

Juga zakat adalah memberikan kepemilikan suatu harta kepada orang-orang yang berhak, sedangkan memberikan kepemilikan adalah cabang dari kepemilikan itu sendiri. Maka dalam zakat harus ada kepemilikan.

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan