Syarat Yang Akan Mengembalikan Kejayaan Islam

308,649

BERANIDAKWAH.COM | Syarat Yang Akan Mengembalikan Kejayaan Islam. Puncak kejayaan Islam dalam menguasai peradaban dunia selama 700 tahun sebelum bangsa-bangsa Barat maju adalah karena masyarakat muslim pada waktu itu berpegang teguh pada Al-Qur’an. Tidak heran jika perabadan Islam menguasai dunia, berkembang dengan pesat.

Sementara kini, umat Islam mengalami kemunduran. Sumber kemerosotan kaum muslimin yang paling jelas dan nyata adalah karena mereka jauh daru sumber ajaran agamanya, yakni Al-Qur’an. Umat Islam kehilangan motivasi agama yang memiliki semangat dan ruh, sebagai tenaga pendorong menuju puncak kejayaan perabadan, yaitu Al-Qur’an.

Jauhnya umat Islam dari Al-Qur’an merupakan suatu masalah besar yang sangat fundamental dalam tubuh kaum muslimin. Rasullullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabada :

“Sesungguhnya Allah mengangkat beberapa kaum dengan Kitab (Al-Qur’an) ini dan menghinakan yang lain dengannya pula.” (HR. Muslim)

Para musuh Islam berusaha keras untuk menjauhkan kaum muslimin secara personal maupun kelompok dari sumber utama kekuatannya, yaitu Al-Qur’an. Sebagaimana yang telah diungkapkan dalam Al-Qur’an mengenai mereka yang memerangi kaum muslimin dalam firman-Nya :

“Dan orang-orang yang kafir berkata: “janganlah kamu mendengar  dengan sungguh-sungguh akan Al-Qur’an ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan (mereka).” (QS. Fushilat : 26)

Kesibukan kita terhadap Al-Qur’an kini diganti dengan sinetron-sinetron dan acara televisi lain seperti acara musik, olahraga dan segala bentuk acara yang melalaikan kita dari Al-Qur’an. Semua itu tidak lain karena makar atau cara kaum kafir dalam menjauhkan kaum muslimin dari cahaya kehidupannya (Al-Qur’an). Padahal Nabi Muhammad sendiri berwasiat kepada kita untuk senantiasa berpegang teguh pada kedua warisannya, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah.

Semestinya kedua perkara ini menjadi rujukan utama bagi kaum muslimin, baik dalam urusan kecil maupun urusan besar. Jika kita dekat dengan Al-Qur’an niscaya Allah akan memuliakan kita karenanya, dan jika kita jauh dari Al-Qur’an niscaya kehinaan yang tampak seperti saat ini. Allah berfirman :

“Andai kata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada didalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereke kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.” (QS. Al-Mukmin : 71)

Adapun bentuk-bentuk meninggalkan Al-Qur’an sebagaimana telah disebutkan oleh Ibnu Qayyim Al Jauziyah adalah sebagai berikut :

1. Tidak mau mendengarkannya, mengimaninya dan memperhatikannya. Hal itu telah menyelisihi perintah Allah sebagaiman yang telah termaktub dalam Al-Qur’an, yakni

“Dan, apabila dibacakan Al-Qur’an, dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-A’raaf : 204)

2. Tidak mengamalkannya dengan tidak memperhatikan apa yang telah diharamkan dan dihalalkan walaupun ia membaca dan mengimaninya. Padahal dalam ayat Al-Qur’an disebutkan bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk ke jalan yang lurus. Jika tidak melaksanakan Al-Qur’an, maka kesesatan menjadi sebuah kepastian.

3. Tidak mau berhukum dengan Al-Qur’an, baik dalam masalah akidah maupun yang lainnya. Kemudian menganggap bahwa Al-Qur’an tidak memberikan keyakinan dan lafaz-lafaz yang tidak memberikan keilmuan. Allah berfirman :

“Dan, kami turunkan kepadamu Alkitab (Al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan pentunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (QS. An-Nahl : 89)

4. Tidak merenungkannya, memahaminya dan tidak mau berusaha untuk mengetahui perintah Allah dalam Al-Qur’an. Firman Allah :

“Maka, apakah mereka tidak memerhatikan Al-Qur’an? Kalau kiranya Al-Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak didalamnya.” (QS. An-Nisa : 82)

Al-Qur’an merupakan kitab suci yang mampu merubah peradaban dunia menjadi lebih baik, jika semua manusia (terutama muslim) kembali kepada Al-Qur’an yang diturunkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam tidak menutup kemungkinan Islam akan bangkit kembali.

Alangkah celaka dan sia-sia saja jika Al-Qur’an yang begitu mulia dan suci ini hanya tersimpan rapi di dalam almari atau rak buku, lebih buruknya jika menempatkannya dalam gudang yang kotor. Na’udzubilah!

Mari kembali kepada Al-Qur’an dengan membacanya, memahaminya dan tentu saja mengamalkan apa yang Allah perintahkan. Kita berdoa kepada Allah, semoga Dia menggerakan hati dan memudahkan langkah kaki umat muslim untuk kembali pada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi-Nya. Semoga kita menjadi umat terbaik seperti apa yang tertulis dalam Al-Qur’an, yakni

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran : 110). Aamiin

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan