Waktu Taubat Yang Tak Diterima Oleh Allah

181,490

BERANIDAKWAH.COM | Waktu Taubat Yang Tak Diterima Oleh Allah. “Kiamat tidak akan terjadi sebelum matahari terbit dari barat. Apabila ia telah terbit (dari arah barat) dan manusia melihatnya, maka berimanlah mereka semua. Pada hari itu tidaklah bermanfaat keimanan seseorang yang tidak beriman sebelum hari itu atau belum mengusahakan kebaikan di masa imannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Terbitnya matahari dari barat adalah suatu kepastian pasti dan akan terjadi suatu saat nanti. Bila dari timur matahari terbit selama ini, di akhir zaman nanti tempat terbitnya ialah berganti dari barat. Setiap muslim haruslah mengimani karena tanda tersebut telah ditetapkan oleh Allah di dalam al-Qur’an dan sunnah Nabi.

Malam Sebelum Matahari Terbit Dari Barat

Hudzaifah pernah bertanya kepada Rasulullah, “Apa tanda matahari terbit dari Barat?” Rasulullah menjawab, “Malam menjadi panjang hingga sepanjang dua malam.” (HR. Ibnu Mardawih)

Abdullah bin Umar menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, “Malam itu menjadi panjang hingga sepanjang dua atau tiga malam. Orang takut kepada Rabbnya bangun, shalat, dan bekerja sebagaimana biasanya dan tidak menyadari bahwa bintang telah berada pada tempatnya. Kemudian mereka tidur lalu bangun dan menunaikan shalat dan malam seakan tidak berakhir. Mereka tidur kembali sampai mereka bangun dan malam masih tetap gelap. Malam terasa panjang bagi mereka. Ketika mereka menyadari mereka takut jangan-jangan peristiwa besar akan segera terjadi. Manusia kaget dan berkumpul sambil berkata, “Apa yang terjadi?” Lalu mereka berkumpul di masjid. Ketika pagi hari matahari pun tak kunjung terbit. Saat mereka menunggu-nunggu matahari terbit dari timur, ternyata matahari terbit dari barat. Seketika itu manusia berteriak sekeras-kerasnya hingga matahari sampai di tengah langit ia kembali lagi, maka ia berputar dari termpat terbitnya.” (HR. Baihaqi)

Saat Amal dan Taubat Tak Lagi Diterima

Peristiwa terbitnya matahari dari barat merupakan batas akhir diterimanya keimanan dan taubat seseorang. Saat itu tidak diterima lagi keimanan seseorang yang belum beriman sebelumnya. Demikian juga taubatnya orang-orang yang berbuat maksiat.

Para ulama, sebagaimana disampaikan oleh Al-Qurthubi, menjelaskan bahwa keimanan seseorang tidaklah bermanfaat ketika matahari telah terbit dari arah barat karena pada saat itu perasaan takut menghujam pada hati sehingga mematikan segala syahwat jiwa, serta kekuatan seluruh tubuh menjadi lemah. Seluruh manusia saat itu menjadi seperti orang-orang yang dekat dengan kematian (sakaratul maut) padanya dalam hal terputusnya segala ajakan untuk berbuat maksiat dan sia-sianya apa yang ada pada tubuh/ diri mereka.

“Barangsiapa yang bertaubat dalam keadaan seperti ini (ketika matahari telah terbit dari barat), maka tidak diterima taubatnya sebagaimana tidak diterima taubat orang-orang yang sakaratul-maut.” (At-Tadzkirah: 706)

Ibnu Katsir menjelaskan, “Apabila orang kafir baru mulai beriman pada hari itu, maka tidak diterima. Adapun orang-orang yang telah beriman sebelumnya, apabila ia melakukan amal shalih, maka ia berada dalam kebaikan yang sangat besar. Adapun jika ia seorang yang bergelimang dengan kemaksiatan dan baru bertaubat setelah itu maka taubatnya tidak diterima.” (Tafsir Ibnu Katsir: III/371)

Orang yang mengaku sebagai seorang muslim namun banyak melakukan maksiat dan meninggalkan ibadah tak akan lagi diterima taubatnya. Tak berguna lagi amalan yang dilakukan setelahnya sementara ia tinggalkan hal tersebut di masa-masa luangnya. Ibunda Aisyah berkata, “Apabila telah keluar tanda-tanda hari kiamat pertama, maka pena-pena (pencatat amal) dilemparkan, para (malaikat) penjaga ditahan, dan jasad manusia dijadikan saksi atas segala amalnya.” (Tafsir Ath-Thabari)

Abu Musa juga menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya di waktu malam untuk mengampuni orang-orang yang bersalah di waktu siang, dan membentangkan tangan-Nya di waktu siang untuk mengampuni orang-orang yang bersalah di waktu malam, hingga terbitnya matahari dari arah barat.” (HR. Muslim)

Setelah Matahari Terbit Dari Barat

Cara terbitnya matahari yang keluar dari kebiasaannya iini hanyak akan terjadi selama satu hari. Gerakan matahari akan kembali seperti sedia kala. Ia akan kembali dari timur sampai terjadinya kiamat.

Dalam hadits Ibnu Abbas disebutkan bahwa Ubai bin Ka’ab bertanya kepada Rasulullah bagaimana jadinya matahari dan manusia setelah itu? Beliau menjawab, “Matahari akan tetap menyinarkan cahayanya dan akan terbit sebagaimana terbit sebelumnya, dan orang-orang akan  menghadapi dunia mereka. Apabila kuda melahirkan anaknya maka ia tidak akan dapat menunggang kuda tersebut sampai terjadinya kiamat.” (Fathul Bari)

Sebelum masa itu tiba, pintu taubat selalu terbuka lebar, oleh karena itu tak seharusnya kita berleha-leha (santai) atau bahkan meremehkan untuk menunda-nunda taubat. Karena tak ada satu makhluk Allah pun yang tau kapan kematian datang dan kapan tanda kiamat  (matahari terbit dari barat) itu terjadi. Hanya Allah Ta’ala yang mengetahui dan mempunyai keputusan untuk menentukan itu semua. Mari segera memperbaiki diri untuk tidak mengulangi perbuatan maksiat kepada Allah.

Baca juga artikel yang berkaitan dengan ulasan di atas, semoga menambah wawasan ilmu Agama Anda.

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan