Udzur Yang Membolehkan Orang Berbuka Puasa

596

BERANIDAKWAH.COM | Udzur Yang Membolehkan Orang Berbuka Puasa. Termasuk salah satu rukun Islam, puasa di bulan Ramadhan hukumnya wajib bagi setiap muslim maupun muslimah. Namun kewajiban ini bisa menjadi tidak wajib manakala ada hal-hal yang menyebabkannya untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan, atau biasanya kita mengenalnya dengan udzur atau halangan. Lalu, apa saja udzur yang membolehkan orang berbuka puasa? Berikut ini penjelasannya.

Udzur yang membolehkan seseorang untuk berbuka (tidak berpuasa) adalah sakit dan bepergian, seperti yang diterangkan di dalam Al-Qur’an. Termasuk udzur adalah seorang perempuan yang hamil dan mengkhawatirkan keadaan dirinya dan janin yang dikandungnya. Termasuk udzur adalah seorang perempuan yang sedang menyusui, dia khawatir kalau dia berpuasa akan membahayakan dirinya atau bayi yang disusuinya. Termasuk udzur adalah seseorang yang perlu berbuka untuk menyelamatkan orang lain dari kematian. Misalnya saja dia mendapati seseorang tenggelam di laut, atau seseorang yang terkepung oleh kobaran api, dan ia perlu berbuka untuk menyelamatkannya, maka pada waktu itu ia boleh berbuka untuk menyelamatkan orang yang dalam bahaya tersebut.

Demikian pula apabila seseorang perlu berbuka puasa untuk menguatkannya dalam jihad fi sabilillah, maka keadaan itu menjadi sebab kebolehan berbuka baginya. Rasulullah telah bersabda kepada para sahabat beliau di dalam Perang Fathu Mekah,

Artinya: “Sesungguhnya kalian akan bertemu musuh besok, sedangkan berbuka puasa akan lebih menguatkan kalian, maka berbukalah kalian!” (HR. Muslim)

Apabila ada sebab yang membolehkan berbuka dan seseorang berbuka karenanya, maka dia tidak lagi berkewajiban menahan diri dari makan dan minum pada sisi harinya itu., Apabila seseorang berbuka untuk menyelamatkan seorang yang tenggelam, maka dia tetap boleh berbuka (tidak puasa) walaupun telah selesai menyelamatkan orang yang akan tenggelam, karena dia berbuka dengan sebab yang membolehkan untuk berbuka sehingga ia tidak harus menahan diri dari makan dan minum ketika itu. Sebab keharaman makan dan minum hari itu telah hilang disebabkan anda udzur yang membolehkan berbuka puasa.

Untuk ini kami mengatakan sebuah pendapat yang kuat tentang masalah ini: Seseorang yang sakit lalu telah sembuh di pertengahan siang, sedangkan dia dalam keadaan berbuka, maka dia tidak harus berpuasa sampai Maghrib. Seorang musafir yang tiba di kampong halamannya kembali di pertengahan siang tidaklah wajib berpuasa lagi. Seorang perempuan yang haidh lalu bersuci di pertengahan siang tidak wajib lagi di sisa harinya itu. Sebab mereka semuanya berbuka dengan sebab yang membolehkan berbuka, sehingga hari itu sudah menjadi hak mereka, tiada lagi kewajiban berpuasa di dalamnya, karena syariat mengizinkan mereka untuk berbuka sehingga mereka tidak wajib melanjutkan puasa.

Hal ini berkebalikan dengan bila terbukti masuknya bulan Ramadhan di pertengahan siang, maka wajib hukumnya berpuasa seketika itu juga. Perbedaan antara keduanya cukup jelas: Apabila telah terbukti masuknya bulan Ramadhan di pertengahan siang, maka wajiblah atas mereka menahan diri di hari itu. Namun mereka memporoleh udzur sebelum ada bukti masuknya bulan Ramadhan, disebabkan ketidaktahuan mereka.

Karena inilah, seandainya mereka tahu bahwa hari ini sudah termasuk Ramadhan, maka wajib atas mereka menahan diri. Adapun kelompok pertama di atas diperbolehkan berbuka puasa sekalipun mereka mengetahui hari itu masih Ramadhan. Perbedaan kedua kasus ini sangat jelas. Demikian ulasan tentang beberapa udzur yang membolehkan orang berbuka puasa. Semoga bermanfaat dan jangan lupa dishare sebanyak-banyaknya. Jazakallah khair

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan