Zina – Perbuatan Manusia Terburuk Menjelang Kiamat

907,665

BERANIDAKWAH.COM | Zina – Perbuatan Manusia Terburuk Menjelang Kiamat. “Kiamat tidak akan terjadi sampai orang-orang ber-zina di jalanan layaknya keledai. Saya (Abdullah bin Amru) bertanya, “Itu benar-benar akan terjadi?” Rasulullah menjawab, “Ya, pasti akan terjadi.” (HR. Al-Bazzar, shahih)

Hadits semisal diriwayatkan oleh Abu Ya’la dari Abu Hurairah, dari Nabi, “Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, umat ini tidak akan musnah sampai seorang lelaki mendekati seorang perempuan lalu memangsanya (memerkosa) di jalanan. Orang yang terbaik pada saat itu hanyalah yang mampu mengatakan ‘Andai saja kau melakukan hal itu di balik tembok ini’.”

Juga riwayat dari al-Hakim, “Kiamat tidak akan terjadi sampai seorang wanita lewat di hadapan orang-orang, lalu seseorang dari mereka bangkit dan ujung baju si wanita seperti mengangkat ekor kambing (menzinahinya). Lalu ada seorang dari mereka yang berkata, “Kalau saja kau melakukan semua itu di balik tembok.” Saat itu, orang yang berkata seperti itu ibarat Abu Bakar dan Umar di antara kalian.”

Sebuah tanda kiamat yang sangat mengerikan, tak dibayangkan jika zina benar-benar sudah dijalanan. Hari ini, saat dimana film-film dewasa, adegan suami-istri sudah biasa dipertontonkan. Bahkan usia-usia sekolah dasar saja dapat melihatnya dengan bebas melalui dunia maya maupun smartphones. Terlebih lagi banyak acara-acara televisi yang tidak mendidik sama sekali, adapun acara bernuansa islami hanyalah kedok semata.

Kabar saat kondisi seperti yang dikabarkan dalam hadist tersebut akan terjadi jika hari kiamat benar-benar sudah mendekati dan di ujung mata. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut:

“…dan ketika mereka dalam kondisi semacam itu, tiba-tiba Allah mengirimkan angin sejuk yang melewati ketiak-ketiak mereka lalu mengambil nyawa orang-orang mukmin dan muslim. Tinggallah manusia-manusia yang sangat buruk yang saling berzina satu sama lain seperti keledai. Atas merekalah Kiamat ditegakkan.” (HR. Muslim)

Hal ini selaras dengan hadits lain yang menyatakan bahwa yang akan mengalami kiamat adalah manusia-manusia yang paling buruk akhlaknya. Maksudnya, pada hari H terjadinya kiamat, yang tersisa dan menyaksikan kehancuran yang mengerikan adalah manusia-manusia yang buruk lagi tak beriman. Salah satu gambaran keburukan mereka adalah sangat permisif terhadap zina hingga melakukannya di jalanan. Rasulullah bersabda:

“Di antara manusia yang paling buruk adalah orang-orang yang mengalami terjadinya Kiamat sedag mereka masih hidup.” (HR. Bukhari)

Na’udzubillah, apabila kondisi tersebut disebut sebagai kondisi manusia yang paling buruk, sepertinya, wallahua’lam, realita pada saat itu bisa jadi lebih buruk dari yang digambarkan. Hari ini saja, zina sudah merebak dimana-mana. Meskipun secara umum manusia masih terkendali dengan adanya syariat atau normal sosial, tapi tak sedikit yang berani melanggarnya.

Kalau bicara angka dan data tentang perzinahan, perselingkuhan, perkosaan dan pelecehan seksual, kita jauh-jauh hari sudah tercengang dengan tingginya frekuensi perbuatan laknat ini di tengah masyarakat. Belum lagi bicara soal penyimpangan seksual yang makin hari makin anehs saja, masih terlintas di ingatan kita wanita dibunuh, diperkosa dan dimasukkan cangkul ke dalam kelaminnya. Itu semua akibat dampak perkembangan zaman tanpa diikuti dengan bekal agama.

Ada satu hal yang patut kita renungi dari hadits-hadits di atas. Bentuk tindakan keji dan jahat beraneka macam. Tapi mengapa sampel keburukan yang diambil untuk mengilustrasikan buruknya kondisi manusia akhir zaman adalah zina? Mengapa bukan mencuri, berkhianat, riba dan sebagainya. Khusus untuk hadits riwayat Imam Muslim yang telah disebutkan, Ibnu Bathal menjelaskan bahwa maksudnya adalah mereka saling bunuh. Namun, Imam an-Nawawi dalam Syarh Shaih Muslim menyatakan maksudnya bukan membunuh tapi melakukan hubungan seksual.

Demikian burukkah dosa zina hingga dijadikan sebagai gambaran terburuk dari manusia paling buruk sedunia? Ibnul Qayyim dalam kitab Raudhatul Muhibin menyatakan, “Perbutan zina akan mengakibatkan pelakunya dijangkiti oleh semua pekerti yang buruk, seperti menipisnya agama, lenyapnya wara’ (kesucian diri), moral menjadi bejat, dan hilangnya rasa cemburu. Oleh karena itu, anda tidak akan menjumpai seorang pezina yang menyandang pekerti wara’, menepati janji, jujur dalam bicara, dan punya rasa cemburu kepada istrinya.

Sikap curang, dusta, khianat, menipisnya rasa malu, tidak merasa di awasi oleh Allah, tidak merasa enggan terhadap perkara yang haram, dan lenyapnya kecemburuan dari dalam hati, semua itu termasuk konsekuensi dan akibat dari perbuatan zina.”

Dosa zina memang termasuk salah satu dosa besar. Bisa dikatakan dosa inilah yang menjadi batas antara strata hewan dengan manusia. Manusia yang nekat melintasi batas ini seakan telah menjerumuskan dirinya ke dalam kategori hewan. Ini seperti batas kehormatan yang ada pada manusia, menerjangnya berarti meruntuhkan kehormatan dirinya.

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan